Pelaku Mutilasi 9 Orang di Jepang Diduga Pencari Bakat Film Porno

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tersangka pembunuhan di Jepang (Foto: STR / JIJI PRESS / AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Tersangka pembunuhan di Jepang (Foto: STR / JIJI PRESS / AFP)

Pihak kepolisian di Jepang menemukan 9 jasad dalam keadaan tubuh terpotong-potong yang disembunyikan dalam mesin pendingin di sebuah apartemen di Zama, Prefecture Kanagawa, Tokyo Selatan.

Polisi melakukan investigasi korban pada Selasa (31/10) setelah seorang pria bernama Takahiro Shirashi (27) mengaku memotong tubuh kesembilan jasad tersebut kemudian memasukkannya ke dalam mesin pendingin.

"Memang benar saya mencoba menyembunyikan jasad orang-orang yang saya bunuh untuk menghancurkan bukti," kata tersangka kepada polisi, seperti diberitakan media Jepang yang dikutip The Telegraph.

Mengutip dari Washington Post, bahkan beberapa potongan tubuh tersebut ditimbun bersama kotoran kucing.

Ketika ditemukan pada Senin (30/10) mayat tersebut sudah membusuk.

Menurut pengakuan seorang anggota polisi, penemuan itu bermula ketika seorang lelaki yang disembunyikan identitasnya melapor bahwa saudara perempuannya berusia 23 tahun menghilang tepat seminggu sebelum 9 jasad di apartemen tersebut ditemukan.

Hal ini terang saja membuat masyarakat was-was mengingat Jepang termasuk dalam daftar negara yang memiliki keamanan terbaik di dunia.

Banyak media memberitakan kasus tersebut beserta gambar dari bangunan tempat kejadian perkara.

Kini apartemen itu telah dipasangi garis polisi. Bagian balkon pun ditutupi dengan plastik berwarna biru untuk menutupi jalannya proses investigasi dari jurnalis yang datang meliput.

Tersangka pembunuhan di Jepang (Foto: STR / JIJI PRESS / AFP)
zoom-in-whitePerbesar
Tersangka pembunuhan di Jepang (Foto: STR / JIJI PRESS / AFP)

Perempuan yang hilang tersebut disinyalir menjadi satu dari delapan wanita dan satu pria yang jasadnya dipotong-potong serta disembunyikan di apartemen pada akhir Agustus hingga akhir Oktober.

Banyak warga yang tinggal di apartemen juga mencium bau busuk yang kemudian menimbulkan kecurigaan.

Petugas mengatakan ada kotak peralatan dan gergaji diamankan sebagai barang bukti karena diduga digunakan untuk memotong sembilan jasad itu.

Hingga kini polisi masih menyelidiki motif tersangka melakukan hal keji tersebut, dan menolak untuk mengatakan rincian penyelidikan. Delapan korban lain juga belum teridentifikasi saat ini.

Lebih lanjut, media lokal melaporkan bahwa ketika penggeledahan polisi menemukan dua kepala korban berada di dalam mesin pendingin yang kemudian disusul anggota tubuh ketujuh korban lainnya.

Mengutip dari Kyodo News, tersangka Shiraishi mengatakan kepada polisi bahwa dia memotong-motong mayat di kamar mandinya.

Ditelusuri sebelumnya wanita yang hilang tersebut berhubungan dengan tersangka melalui Twitter, dalam percakapan keduanya terlihat bahwa perempuan tersebut mengatakan takut untuk mati sendirian dan mencari teman untuk bunuh diri.

Melalui pantauan kamera CCTV keduanya terekam tengah berjalan melewati stasiun kereta dekat dengan apartemen.

Tidak ada detail mengenai latar belakang pelaku. Namun media Jepang NHK dalam pemberitaannya melaporkan pria tersebut bekerja sebagai pencari bakat di industri film porno dan merekrut wanta untuk menjadi penghibur di sebuah distrik di Jepang.

Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan mendalam soal kasus pembunuhan di apartemen itu.

Meskipun Jepang tercatat sebagai negara dengan tingkat kejahatan paling rendah, namun baru-baru ini kasus pembunuhan meningkat.

Sebut saja satu di antaranya terjadi pada Juli 2016, seorang karyawan berusia 27 tahun yang bekerja di sebuah rumah perawatan untuk orang cacat tertangkap membunuh 19 orang dan melukai lebih dari 20 orang menggunakan pisau yang kemudian diyakini sebagai pembunuhan massal paling buruk pascaperang di Jepang.

Di awal bulan Oktober seorang pria ditahan setelah membakar istrinya dan kelima anaknya di rumahnya sendiri.

Sedangkan di tahun 2015 seorang pria kedapatan membunuh lima orang teman dan tetangganya dengan pisau di wilayah barat Jepang.