9 Orang PMI Asal Sumut Terjebak di Chernihiv, Ukraina, Minta Segera Dievakuasi
·waktu baca 2 menit

Sebanyak 9 orang pekerja migran indonesia (PMI) asal Kota Binjai dan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dilaporkan tertahan di Kota Chernihiv, Ukraina, di tengah invasi oleh Rusia. Mereka meminta segera dievakuasi oleh pemerintah Indonesia.
Kesembilan PMI yakni bernama Agus Alfirian, Rian Jaya Kusuma, Dedi Irawan, Zulham Ramadhan, Amri Abas, Iskandar, Muhamad Raga Prayuda, Muhamad Aris Wahyudi dan Syahfitra Sandiyoga.
Mereka meminta pertolongan melalui sebuah video yang dibuat pada Sabtu (5/3) pukul 10.42 waktu Ukraina. Sebab invasi Rusia ke Ukraina kian mengerikan.
“Kami warga Indonesia di Chernihiv, ada Sembilan orang semua dari Binjai, Sumatera Utara. Memohon Untuk Pemerintah Indonesia untuk segera mengevakuasi, dikarenakan situasi ini sudah tidak aman," kata salah seorang PMI di video, dilihat kumparan, Senin (7/3).
"Semakin membahayakan, kami mohon pemerintah Indonesia untuk membantu menyegerakan mengevakuasi,” ujar dia.
Sementara itu, Ainul Rodia, istri dari PMI bernama Iskandar mengatakan suaminya berada di Ukraina sejak tahun 2018. Sang suami bekerja sebagai buruh pabrik plastik bersama 8 orang temannya.
"Saya mengharapkan suami dan mereka semua cepat dievakuasi pemerintah Indonesia," ujar Ainul Rodia kepada wartawan.
Ainul mengatakan saat para PMI telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk evakuasi. Dirinya pun memasrahkan semuanya kepada Allah SWT. "Saya sebagai istri berikhtiar dan keputusan kami serahkan kepada Allah," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha, mengatakan proses evakuasi warga Sumut yang ada di Ukraina akan dilakukan dengan dua opsi. Pihanya akan mengupayakan jalur paling aman untuk keluar dari Chernihiv.
“Ada dua opsi pertama menuju ke Kiev dan Lviv karena kami ada di situ. (Namun) Saat ini Kiev dan Lviv merupakan zona tempur ke dua negara, karena itu kita menunggu jalur aman evakuasi," ujar Judha saat teleconference di Command Center (BCC) Balai Kota Binjai, Senin (7/3).
Kata Yudha bila opsi pertama bisa dilakukan, kesembilan WNI akan dijemput dengan mobil diplomatik.
Sementara itu untuk opsi ke dua Judha mereka akan dibawa ke Belarusia. Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Rusia agar bisa membawa mereka ke tempat lebih aman di Belarusia.
"Ini akan kita upayakan untuk ke dua opsi tersebut. Ke dua opsi ini kita lakukan setelah mendapat jalur aman dari kedua negara Ukraina dan Rusia. Baru kita masuk untuk mengevakuasinya," tandas Judha.
