9 Parpol Non-Parlemen Berkoalisi di Jabar, Mau Dukung Siapa?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Deklarasi Partai Koalisi Jabar Menang, di Kantor DPW Hanura Jawa Barat, Jalan Pelajar Pejuang 45 no. 108, Kota Bandung, Jumat (16/8/2024). Foto: Robby Bouceu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Deklarasi Partai Koalisi Jabar Menang, di Kantor DPW Hanura Jawa Barat, Jalan Pelajar Pejuang 45 no. 108, Kota Bandung, Jumat (16/8/2024). Foto: Robby Bouceu/kumparan

Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, sembilan partai politik (parpol) non-parlemen di Jawa Barat (Jabar) membentuk Koalisi Jabar Menang.

Sembilan parpol itu antara lain Partai Hanura, Partai Gelora, Partai Garuda, Partai Buruh, Partai Rakyat Adil Makmur (Prima), Partai Perindo, PBB, Partai Ummat dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN).

Ketua DPD Partai Hanura Jabar Dian Rahadian mengeklaim keseluruhan suara dari sembilan parpol ini mencapai 1,7 juta suara. Dia menyebut suara sebanyak itu setara dengan enam hingga sepuluh kursi.

“Dan tadi sudah kita sampaikan bahwa hari ini kita belum menentukan kepada salah satu calon [gubernur dan wakil gubernur],” kata Dian di Sekretariat DPD Partai Partai Hanura Jabar, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Jumat (16/8).

Dian tak menyebut siapa pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang bakal didukung oleh jajaran koalisi. Sebab, lanjut Dian, belum ada pasangan calon di Jabar yang telah secara resmi mendeklarasikan diri akan maju ke arena Pilkada.

Namun begitu, parpol-parpol yang tergabung dalam Koalisi Jabar Menang akan segera membuka komunikasi politik.

“Sehingga pada waktunya nanti kami akan tentukan secara bulat, kepada siapa 1,7 juta ini akan kami berikan suaranya,” imbuhnya.

Adapun sejumlah nama yang sering disebut-sebut bakal maju di Pilkada antara lain adalah Dedi Mulyadi yang telah mengantongi dukungan dari Gerindra dan Golkar, Ono Surono yang didukung PDIP dan PKB, Ilham Akbar Habibie yang direkomendasikan NasDem, dan Haru Suandharu dari PKS.