90 Jemaah Sakit, Pemerintah Siapkan Pembimbing Ibadah dan Layanan Safari Wukuf

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jemaah haji melakukan pemeriksaan kesehatan. Foto: Muhammad Iqbal/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Jemaah haji melakukan pemeriksaan kesehatan. Foto: Muhammad Iqbal/kumparan

Juru Bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Akhmad Fauzin, mengungkap ada 90 jemaah haji Indonesia yang sakit hingga Sabtu (19/6).

Sebanyak 65 orang menjalani rawat jalan, 24 orang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 1 orang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah.

Bagi jemaah yang sakit tersebut, pemerintah akan memberikan layanan bimbingan ibadah. Pendampingan antara lain terkait cara bersuci dan tayamun, cara melaksanakan salat, serta membimbing doa-doa dan zikirnya.

"Termasuk mendampingi guna memberikan rasa nyaman dan tenang kepada jemaah sakit. Di samping itu juga memberikan pemahaman bahwa pada waktunya wukuf, jemaah akan disafariwukufkan," ujar Fauzin dalam rilisnya, Sabtu (19/6).

Safari wukuf adalah layanan bagi jemaah haji yang sakit untuk puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) mulai 8 Juli, dengan cara menempatkan jemaah yang sakit di kendaraan baik ambulans, mobil, atau bus.

Suasana jemaah haji 2021 mabit di Muzdalifah setelah wukuf di Arafah, Senin (19/7) malam. Foto: Makkah Region

"Pemerintah setiap saat hadir serta bertanggung jawab mensafariwukufkan seluruh jemaah sakit yang dapat dibawa ke Arafah. Pemerintah bertanggung jawab memberikan pendampingan kepada seluruh jemaah yang sakit dan mensafariwukufkan," sambungnya.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Setjen Kemenag RI itu menjelaskan kondisi cuaca di Arab Saudi sangat panas, suhu tertinggi mencapai 46 derajat celsius suhu terendah 35 derajat celsius.

"Kami selalu mengimbau kepada jemaah haji Indonesia untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Jangan menunggu haus untuk minum, menjaga kesehatan dengan makan tepat waktu serta istirahat yang cukup," ujar Akhmad Fauzin.

"Tetap selalu memakai masker ketika berkumpul di ruangan terutama ketika di masjid, baik di Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram. Kepada seluruh petugas untuk selalu mengingatkan kepada jemaah, begitu juga jemaah saling mengingatkan antara yang satu dengan yang lain demi kesehatan bersama," tandasnya.

-----------------

Ikuti informasi seputar haji 2022 langsung dari Arab Saudi dalam Kabar Haji 2022 hanya di kumparan.