94 Calon Jemaah Umrah Asal Jatim Gagal Terbang karena Vaksin Belum Tervalidasi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas memeriksa kelengkapan calon jamaah umrah saat memasuki Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (14/3/2022). Foto: Umarul Faruq/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas memeriksa kelengkapan calon jamaah umrah saat memasuki Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (14/3/2022). Foto: Umarul Faruq/ANTARA FOTO

Sebanyak 94 calon jemaah umrah asal Jawa Timur gagal berangkat ke Tanah Suci akibat vaksin meningitis belum tervalidasi, Senin (26/9) kemarin.

Penyebabnya ialah petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Klas 1 Surabaya yang melakukan validasi vaksin meningitis tidak ada di Bandara Internasional Juanda.

Mereka 94 calon jemaah umrah tersebut berasal dari berbagai daerah di Jatim, di antaranya Probolinggo, Bondowoso, Jember, dan Situbondo.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia (Amphuri) Jatim M Sufyan Arif menyampaikan, awalnya 94 jemaah telah tiba di Bandara Juanda pada Senin sekitar pukul pukul 03.00 WIB.

Jadwal keberangkatan mereka pukul 05.20 WIB. Setibanya di lokasi, kantor imigrasi di bandara sudah buka, tidak ada petugas KKP di kantor.

"Mereka berusaha jam 03.00 WIB sudah berada di bandara, imigrasi sudah buka, tapi yang belum ada itu untuk KKP-nya," kata Sufyan dalam keterangannya, Selasa (27/9).

Setelah itu, para calon jemaah umrah meminta tolong kepada pihak imigrasi dan dibantu petugas bandara untuk menghubungi pihak KKP. Akan tetapi tak ada respons sama sekali.

"Pihak KKP sudah dihubungi oleh pihak imigrasi dan bandara, bahkan di Bandara Internasional Juanda itu juga ada basecamp-nya KKP, diketok-ketok tidak ada orang," ujarnya.

Dia mengungkapkan, KKP sendiri cukup penting karena sesuai SOP bandara di Indonesia. Jemaah harus menjalani validasi vaksin meningitis sebelum keberangkatan menuju Arab Saudi.

Setelah berupaya menghubungi pihak KKP, akhirnya petugas tiba di bandara sekitar pukul 04.55 WIB. Namun, karena jadwal pesawat pukul 05.20 WIB, maka proses validasi tidak bisa tepat waktu. Sebab, harus antre untuk melakukan validasi dan jemaah pun gagal diterbangkan.

"Karena pesawat tetap harus terbang, tidak mungkin menunggu jemaah," ucap Sufyan.

Sehingga, pihak travel umrah terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk akomodasi jemaah ke hotel dekat Bandara Juanda.

Sufyan menuturkan hingga Selasa (27/9) pagi, sudah ada 27 jemaah yang berhasil diberangkatkan dengan pesawat lain ke Jakarta lalu ke Kuala Lumpur untuk mengejar pesawat Saudi Airlines di Malaysia.

"Kalau jemaah yang 63 orang saya belum menerima informasi lagi," ujar Sufyan.