94 WNA Diduga Pengungsi Rohingya Terdampar di Aceh Utara

Sebuah kapal nelayan yang mengangkut 94 warga negara asing (WNA), diduga pengungsi Rohingya, ditemukan di pesisir Pantai Seunuddon, Aceh Utara.
Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto, mengatakan, informasi terdamparnya 94 WNA itu diperolehnya dari Kapolsek Seunuddon, Iptu M Jamil.
“Sampai saat ini kapal KM. Nelayan 2017.811, masih di lokasi 4 mil dari Pantai Seunuddon, Aceh Utara. Pihak TNI-Polri masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait,” kata Tri dalam keterangannya, Rabu (24/6).
Tri menjelaskan, kapal nelayan yang mengangkut warga asing itu merupakan kapal milik nelayan asal Aceh Utara. Awalnya tiga awak buah kapal (ABK) tersebut melihat sebuah kapal barang hampir tenggelam, lalu mereka mendekat dan ikut mengevakuasi WNA yang ada di dalamnya.
“Melihat kapal barang mau tenggelam, selanjutnya tiga ABK KM. Nelayan 2017.811 membantu mengevakuasi WNA tersebut, dengan jumlah laki-laki dewasa 15 orang, perempuan 49, dan anak-anak 30 orang,” ujarnya.
Usai membantu mengevakuasi para WNA itu, ABK KM. Nelayan 2017.811 bernama Faisal dan dua rekannya membawa mereka ke Kuala Tanah Jambo Aye. Namun, di dalam perjalanan kapal nelayan mengalami kerusakan.
Tim Gabungan TNI–Polri dipimpin Kapolsek Seunuddon, Iptu M Jamil, telah tiba di lokasi untuk melakukan pengecekan. Belum diketahui lebih lanjut nasib dari 94 WNA tersebut.
Sebelumnya pada 9 Juni lalu, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Aceh, menemukan adanya gerakan kapal membawa imigran Rohingya mendekati perairan Selat Malaka, namun belum memasuki wilayah perairan Indonesia, sehingga aparat tidak bisa menindak dan memberikan bantuan.
Namun jika ditemukan masuk ke perairan Indonesia dalam keadaan darurat dan membutuhkan bantuan, maka aparat diminta memberikan bantuan di laut dengan alasan kemanusiaan.
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
————-----------------------
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
