Abaikan Tuntutan Demonstran, Pemimpin Hong Kong Tolak Mundur

Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam menolak meletakkan jabatan. Tuntutan meminta Lam mundur merupakan salah satu permintaan pendemo Hong Kong.
Dalam konferensi pers menanggapi semakin meluasnya demo, Lam menegaskan ia akan tetap menjalankan tugasnya sebagai pemimpin Hong Kong.
"Saya mengambil tanggung jawab atas apa yang sudah kami lakukan. Saya rasa saat ini bukan waktu tepat untuk mengundurkan diri, saya akan menyediakan solusi lebih baik," sebut Lam seperti dikutip dari CNN, Senin (5/8).
Tidak cuma dirinya, seluruh kabinet juga tak akan mundur. Ia memastikan Hong Kong kembali normal dalam waktu dekat.
Selama lebih dari dua bulan demo besar berlangsung di Hong Kong. Massa meminta Lam mundur serta mencabut pembahasan RUU ekstradisi.
RUU itu memungkinkan pelaku kejahatan di Hong Kong diadili di China. Hal tersebut ditakutkan warga Hong Kong dipakai China untuk membatasi kebebasan.
Hong Kong merupakan bagian Republik Rakyat China. Namun, wilayah otonomi ini memiliki keistimewaan tersendiri.
Menerapkan kebijakan satu negara dua sistem, Hong Kong memiliki yurisdiksi berbeda dengan China daratan. Kebebasan politik, pers dan berpendapat dijamin di Hong Kong, hal-hal seperti itu tak berlaku di China.
