Abdul Mu’ti: dr Sunardi Bukan Warga Muhammadiyah, Penembakan Perlu Diinvestigasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa dr Sunardi yang tewas ditembak oleh Densus 88 di Sukoharjo bukan warga Muhammadiyah. Namun demikian, dia menyebut perlu ada investigasi terkait tewasnya dr Sunardi.

"Soal dokter Sunardi, almarhum dan keluarganya bukan warga Muhammadiyah," kata Abdul Mu'ti dalam keterangannya, Jumat (11/3).

Abdul Mu'ti mengatakan, investigasi perlu dilakukan untuk membuat terang peristiwa penembakan. Apakah ada pelanggaran protap atau tidak yang dilakukan oleh Densus 88 saat hendak menangkap Sunardi.

"Meskipun demikian, tindakan Densus 88 yang menembak yang bersangkutan dengan alasan melawan perlu ada investigasi dari pihak berwenang. Hukum harus ditegakkan bagi siapa saja," kata Abdul Mu'ti.

"Kalau memang ada aparat Densus yang terbukti melanggar protap, harus diberikan sanksi sesuai hukum yang berlaku," sambung dia.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan memberikan keterangan soal penepatan tersangka Ferdinand Hutahaean di Bareskrim. Foto: Mirsan Simamora/kumparan

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, Sunardi merupakan anggota JI sebagai amir khidmat; Deputi Dakwah dan Informasi, serta penasihat Amir JI, dan penanggung jawab Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI).

"Yang bersangkutan juga sebagai nasihat amir JI dan juga penanggung jawab Hilal Ahmar Sosiety," ujar Ramadhan dalam konferensi pers, Jumat (11/3).

Sunardi ditembak mati karena melawan saat hendak ditangkap. Dia menabrakkan mobil yang dikendarainya ke polisi. Padahal, kata Ramadhan, polisi sudah menyampaikan identitasnya kepada Sunardi.

“Saudara [SU] melakukan perlawanan terhadap petugas secara agresif, yaitu dengan menabrakkan mobilnya ke arah petugas yang sedang menghentikan tersangka,” kata Ramadhan.