ABK di Cilacap Corona India: Menulari Orang yang Divaksin, 15 Nakes Sembuh

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal MV Hilma Bulker yang mengangkut gula rafinasi dari India dengan 13 ABK terdeteksi positif COVID-19, bersandar dan menjalani karantina di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap. Foto: Idhad Zakaria/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Kapal MV Hilma Bulker yang mengangkut gula rafinasi dari India dengan 13 ABK terdeteksi positif COVID-19, bersandar dan menjalani karantina di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap. Foto: Idhad Zakaria/Antara Foto

Sebanyak 47 tenaga kesehatan (Nakes) di RSUD Cilacap, Jawa Tengah, positif COVID-19 usai merawat 14 anak buah kapal (ABK) WN Filipina yang terpapar varian corona India.

Dari jumlah itu, 15 nakes di antaranya dinyatakan sudah sembuh dan sudah diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing.

"Dari 48 nakes yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu, 15 orang di antaranya telah sembuh, sehingga masih tersisa 33 orang yang masih dalam perawatan dan kondisinya stabil karena merupakan orang tanpa gejala (OTG)," kata Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, di RS Pricilla Cilacap, Selasa (25/5).

Tatto mengatakan 33 orang nakes itu kini menjalani perawatan intensif di RS Priscilla Medical Center.

"Sambil menunggu hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang dilakukan di UGM (Universitas Gadjah Mada), apakah itu varian baru atau bukan, maka dilakukan isolasi di Rumah Sakit Pricillia Medical Center," katanya Tatto.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah (Jateng) Yulianto Prabowo mengatakan ke-47 perawat itu masuk kategori orang tanpa gejala (OTG).

"Semuanya OTG tanpa gejala. Sekarang isolasi di Rumah Sakit Priscilla Cilacap, tadinya isolasi di rumah masing masing tapi kita minta diisolasi terpusat saja. Kebetulan ada rumah sakit baru belum dibuka jadi kita isolasi di sana dulu," ujar Yulianto saat dihubungi kumparan, Selasa (25/6).

Nasib 14 ABK WN Filipina yang positif terpapar corona

Sebanyak 14 dari 20 Anak Buah Kapal (ABK) WN Filipina yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap, Jawa Tengah, positif terpapar corona varian India. Dari 14 orang yang positif itu, 1 meninggal dunia.

ABK yang meninggal itu inisialnya DRQ (50). Dia meninggal pada Selasa (11/5) di RSUD Cilacap. Lalu, bagaimana proses pemakaman ataupun pemulangan jasad DRQ di tengah pandemi COVID-19?

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cilacap Pramesti Griana Dewi mengatakan berdasarkan informasi dari agen di kapal tersebut, keluarga meminta jasad DRQ untuk dikremasi.

Oleh karena itu, kata Pramesti, jenazah DRQ telah dikremasi di Krematorium Giri Laya, Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, pada hari Sabtu (15/5).

"Terkait dengan pemulangan abu jenazah DRQ ke negara asalnya, itu merupakan ranah Kedutaan Besar Filipina," ujar Pramesti, dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (24/5).

Kapal berbendera Panama yang membawa 20 ABK WN Filipina itu bernama MV Hilma Bulker. Kapal membawa muatan gula rafinasi dari India bersandar di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap pada 25 April 2021.

Saat tiba di Cilacap pada tanggal 25 April 2021, pukul 16.00 WIB, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II-A Cilacap melakukan pemeriksaan kekarantinaan kesehatan terhadap anak buah kapal tersebut dan mendapati mereka secara umum tampak sehat.

Namun hasil pemeriksaan antigen menunjukkan tiga dari 20 awak kapal itu tertular COVID-19 sehingga kemudian dilakukan prosedur pemeriksaan menggunakan metode reaksi rantai polymerase atau PCR di Rumah Sakit Pertamina Cilacap.

Hasil pemeriksaan PCR yang diterima pada 26 April 2021 pukul 17.14 WIB, menunjukkan bahwa tiga ABK tersebut positif tertular COVID-19.

Gedung Instalasi Rawat Jalan RSUD Cilacap. Foto: Idhad Zakaria/Antara Foto

Selanjutnya, petugas KKP Kelas II-A Cilacap pada tanggal 28 April 2021 melakukan pengambilan sampel genome dari tiga ABK terkonfirmasi positif tersebut untuk dikirim ke Balitbangkes Kemenkes RI.

Pada 30 April hingga 4 Mei 2021 awak kapal berbendera asing tersebut dievakuasi ke RSUD Cilacap dan pemeriksaan PCR dilakukan secara bertahap pada mereka.

Hasilnya menunjukkan 13 awak kapal positif terserang COVID-19 sehingga harus menjalani perawatan di RSUD Cilacap, salah seorang di antaranya butuh perhatian serius, yakni DRQ.

Sementara tujuh awak kapal lainnya dinyatakan tidak terinfeksi virus corona dan menjalani isolasi mandiri di dalam kapal.

Dalam perkembangannya, salah seorang dari tujuh awak kapal yang menjalani isolasi mandiri tersebut dinyatakan positif COVID-19, sehingga total ada 14 orang yang terkonfirmasi positif.

Infografik Bahaya Varian Corona India. Foto: Tim Kreatif kumparan

Keluarga 48 Nakes RSUD Cilacap Sudah Dites Corona, Hasilnya Negatif COVID-19

Sebanyak 48 tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Cilacap, Jawa Tengah, positif COVID-19. Mereka positif COVID-19 usai merawat 14 anak buah kapal (ABK) WN Filipina yang kena varian corona India.

48 nakes ini ketahuan positif COVID-19 setelah RSUD Cilacap pada 11 Mei 2021 melakukan test massal terhadap 179 nakes. Dari hasil test itu, ditemukan 48 positif COVID-19.

Satgas COVID-19 Cilacap kemudian mengirim sampel whole genome sequencing 48 nakes itu ke laboratorium di UGM dan Litbangkes Kemenkes RI untuk mengetahui jenis varian corona yang menjangkit mereka. Musababnya, mereka ini merawat 14 ABK yang kena corona India.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan pada saat itu, Pemkab Cilacap langsung tracing ke keluarga para nakes yang COVID-19 ini.

Beruntung hasil tes swab antigen keluarga para nakes ini negatif COVID-19.

"Keluarga sudah ditracing, sampai saat ini tidak ada yang positif," ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo Selasa (25/5).

Anggota TNI berjaga saat proses pemindahan nakes yang terpapar COVID-19 di RS Priscilla Medical Center Sampang, Cilacap, Selasa (25/5/2021). Foto: Idhad Zakaria/ANTARA FOTO

Kadinkes Jateng Soal Varian Corona India: Menular, Sudah Divaksin Kena

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo meminta masyarakat waspada terkait penularan varian corona India dari 14 anak buah kapal (ABK) WN Filipina di Cilacap.

Menurut dia, varian corona India ini lebih cepat menular. Bahkan, sebanyak 47 tenaga kesehatan (Nakes) di RSUD Cilacap yang merawat ABK corona India terpapar COVID-19 meski mereka sudah divaksinasi sebanyak dua kali.

Sebanyak 47 nakes itu memang belum bisa dipastikan terpapar varian corona India karena masih menunggu sampel genome dari UGM dan Litbangkes Kemenkes RI. Namun, Yulianto tetap meminta masyarakat waspada.

"Prokesnya sangat ketat, meskipun APD-nya ketat tapi memang spreadingnya virusnya murni sangat menular. Jadi walaupun APDnya sangat ketat bahkan sudah divaksin dua kali masih bisa kena," ujar dia saat dihubungi, Selasa (25/5).

Yulianto mengungkapkan keganasan varian corona India yang dibawa oleh 14 ABK asal Filipina di Cilacap.

Yulianto mengatakan, saking ganasnya varian India itu, puluhan nakes yang merawat ABK kapal pembawa gula rafinasi yang bertolak dari India itu ikut terpapar COVID-19.