Abu Masih Tebal, Evakuasi Jasad Letusan Gunung Selandia Baru Terhambat

11 Desember 2019 4:54 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Asap kawah Whakaari, juga dikenal sebagai Pulau Putih, tak lama sebelum gunung berapi meletus di Selandia Baru, Senin (9/12). Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Asap kawah Whakaari, juga dikenal sebagai Pulau Putih, tak lama sebelum gunung berapi meletus di Selandia Baru, Senin (9/12). Foto: Reuters
ADVERTISEMENT
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern berharap hari ini, Rabu (11/12), tim penyelamat mulai bisa mengakses White Island, usai gunung berapi di pulau tersebut meletus.
ADVERTISEMENT
Masih ada delapan orang yang hilang dan dikhawatirkan telah meninggal.
"Itu harapan semua orang," ucap Ardern dilansir Reuters.
Perdana Menteri Selandia Baru , Jacinda Ardern. Foto: AFP/DAVID ROWLAND
Ardern juga akan menemui pejabat tanggap darurat setempat untuk mendapatkan informasi pencarian lanjutan. "Untuk memulai lagi proses (evakuasi) dan mendapatkan semua informasi agar dapat membuat keputusan secepat mungkin," tuturnya.
Sementara itu, diberitakan AFP, otoritas Selandia Baru berharap cuaca hari ini cerah. Sehingga, memungkinkan mereka untuk mengevakuasi jasad yang masih berada di White Island.
Menteri Kepolisian Stuart Nash mengungkapkan ia memahami anggota keluarga korban sangat frustrasi.
Nash menjelaskan, seismolog memperkirakan masih ada 50 persen terkait kemungkinan muncul letusan lain. Begitu juga gas beracun yang mengalir dari lubang vulkanik, dan letusannya menyelimuti White Island dengan abu asam yang tebal.
ADVERTISEMENT
"Akan sangat gila jika kami mengirim (petugas penyelamat) pria dan wanita menyeberang ke White Island dalam situasi yang tidak akan bagi mereka," jelas Nash.
"Kami memiliki tanggung jawab kepada staf kepolisian Selandia Baru, untuk memastikan situasi apa pun kami aman," lanjut dia.
Pemandu wisata evakuasi wisatawan setelah letusan gunung berapi di Pulau Putih, Selandia Baru, Senin (9/12). Foto: @SCH/via REUTERS
Ia juga memastikan tidak ada seorang pun yang tampak dalam kondisi hidup usai mengitari White Island dengan helikopter. Polisi juga telah mengerahkan drone untuk mengukur kadar gas beracun di atmosfer, apakah kondisi sudah cukup aman untuk mereka melakukan penyelamatan.
Delapan orang yang masih belum ditemukan usai gunung berapi di White Island meletus. Mereka kemungkinan besar sudah tewas.
Sedangkan lima orang dipastikan meninggal dunia, dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Mayoritas korban adalah turis dari Australia, Inggris, China, Malaysia dan Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT