Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Arah Angin, dan Menanti Bandara Dibuka

Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Jumat-Sabtu (5-6) September melontarkan material vulkanik ke udara. Nah, material vulkanik ini terbawa angin, lalu jatuh ke sejumlah daerah, seperti Lampung, Jakarta, Tangerang, Bekasi hingga di sejumlah wilayah Jawa Barat seperti Bogor dan Sukabumi.
Akibat sebaran abu, sampai Senin (7/9) ada 7 bandara yang masih ditutup. Sampai kapan? Ini semua tergantung angin dan atmosfer.
Dalam citra sebaran abu vulkanik pukul 09.00 WIB, BMKG mendeteksi abu pada dua lapisan ketinggian. Pada lapisan rendah, dari permukaan hingga 15.000 kaki atau sekitar 4,57 kilometer, abu bergerak ke arah barat daya–barat dan berpotensi mencakup sebagian Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu hingga Samudra Hindia.
"Sementara itu, pada lapisan tinggi, abu terdeteksi hingga ketinggian 50.000 kaki atau sekitar 15,24 kilometer. Abu pada lapisan ini juga bergerak ke arah barat daya–barat dan mencakup wilayah Samudra Hindia di sebelah barat hingga barat daya Bengkulu, Lampung dan Banten," kata BMKG lewat situs resminya, Senin (7/9). Angin justru tak bergerak ke arah timur, atau ke arah pulau Jawa.
BMKG menjelaskan sebaran pada lapisan tinggi berdampak terhadap penerbangan karena berada pada jalur lintasan pesawat.
Namun, penerbangan di 7 bandara yang terletak di pesisir Barat Jawa, atau yang paling dekat dengan GAK masih ditutup. Kenapa?
BMKG menjelaskan, mereka juga merilis prakiraan atmosfer di wilayah udara bandara-bandara ini. Mereka menggambarkannya dalam bentuk polygon.
Polygon ini bukan menunjukkan arah angin. Polygon pada prakiraan BMKG merupakan area yang diperkirakan dapat terdampak sebaran abu berdasarkan kondisi atmosfer.
Polygon ini masih melingkupi wilayah Lampung, Banten, Jakarta, Tangerang dan Bogor. Berbeda dengan arah angin yang justru menjauh dari area tersebut.
Namun, prakiraan pemantauan di udara, BMKG yang mengambil data dari stasiun pengamatan internasional menunjukkan tak ada perubahan signifikan di atmosfer.
"Status "No Change (NC)" menunjukkan belum ada perubahan signifikan pada luas maupun intensitas abu dibanding periode sebelumnya," kata BMKG.
Dalam prakiraan yang berlaku pukul 09.30–12.30 WIB, abu diperkirakan bergerak ke barat dengan kecepatan sekitar 15 knot atau 28 kilometer per jam. Dengan sebaran permukaan di ketinggian 15.000 kaki, atau 3 km.
