Aburizal Bakrie: Saya Lolos dari Maut Berkat Dokter Terawan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Aburizal Bakrie. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Aburizal Bakrie. (Foto: Aditia Noviansyah/kumparan)

Surat pemecatan yang dikeluarkan Ikatan Dokter Indonesia terhadap dr Terawan menimbulkan pro dan kontra di berbagai kalangan, mulai dokter hingga pasiennya.

Sejumlah pejabat yang pernah ditangani Dokter Terawan kemudian memberikan dukungan, termasuk mantan ketua umum Golkar Aburizal Bakrie. Ia mengatakan berhasil sembuh dengan metode Digital Subtraction Angiography (DSA) atau yang populer disebut 'cuci otak'.

Ical --panggilan akrab Aburizal--berhasil lolos dari serangan stroke berkat DSA, sehingga berpendapat metode dr Terawan itu tidak seharusnya ditentang.

"Saya pernah ditolong, lolos dari maut melalui tangan dr Terawan dengan metode DSA-nya," kata Ical di Elite Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu (4/4).

Ical mendapat serangan stroke pada 2012. Setelah dirawat di rumah sakit selama seharian penuh, kondisi Ical tidak meningkat. Malam harinya dia malah tidak sadarkan diri.

Atas saran dari kerabatnya, ahli urologi Profesor Djoko Raharjao, malam itu juga Ical dibawa ke RSPAD Gatot Soebroto untuk ditangani tim medis dr Terawan.

DR dr Terawan Agus Putranto (Foto: Facebook @Berita Dokter)
zoom-in-whitePerbesar
DR dr Terawan Agus Putranto (Foto: Facebook @Berita Dokter)

Keluarga Ical langsung setuju saat Terawan menawarkan tindakan 'cuci otak'.

"Istri saya langsung setuju untuk DSA. Sore harinya jam 3, saya langsung sadar, langsung bisa gerak," kata Ical. Ia langsung sehat tanpa harus melakukan terapi lanjutan setelahnya.

Rasa bersyukur inilah yang membuat Ical bersuara di Twitter-nya dengan tagar #SaveDokterTerawan. Dia amat terkejut saat membaca berita pemecatan dr Terawan dari IDI atas tuduhan melanggar etika dan metodenya belum terbukti secara ilmiah.

"Inilah masalah kemanusiaan. Dokter Terawan punya tugas membantu manusia lain. Saya berharap IDI bisa mengizinkan Dokter Terawan untuk kembali praktek," tutur Ical.