Ada 14 Makam di Gunung Sanggabuana yang Jadi Penyebab Ziarah Buang Celana Dalam

25 Oktober 2021 20:39
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pakaian dalam perempuan dan pria berserakan di sekitar air terjun Gunung Sanggabuana Karawang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pakaian dalam perempuan dan pria berserakan di sekitar air terjun Gunung Sanggabuana Karawang. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Diperkirakan ada ratusan celana dalam pria dan wanita berserakan di puncak Gunung Sanggabuana Karawang. Berserakannya celana dalam pria dan wanita itu viral di media sosial.
ADVERTISEMENT
Saat ditelusuri lebih lanjut, ternyata lokasi yang penuh celana dalam itu berada ada di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Leader Team Gunung Sanggabuana Wildlife Expedition, Bernard T. Wahyu Wiryanta mengatakan di lokasi itu, terdapat 14 makam yang sering didatangi para peziarah. Sanggabuana Wildlife Expedition adalah tim ekspedisi di bawah yayasan Sanggabuana Conversation Foundation.
Makam yang dimaksud bukanlah kuburan, melainkan prasasti yang tokoh-tokoh setempat yang sakral dan perjalanan hidupnya diabadikan dalam sebuah batu.
Di antaranya adalah makam Eyang Haji Ganda Mandir, Taji Malela, Kyai Bagasworo, Ibu Ratu Galuh, Eyang Abdul Kasep, Eyang Sapujagat, Eyang Langlang Buana, Eyang Jagapati, Eyang Haji Ganda Mandiri, dan Eyang Cakrabuana.
“Beberapa tahun lalu, beberapa makam ini sempat dibongkar oleh anak-anak pecinta alam, karena dikhawatirkan menimbulkan kemusyrikan, karena awalnya makam di Sanggabuana ini hanya ada satu, tapi lama kelamaan bertambah banyak," ujar Bernard, Senin (25/10).
Warga di sekitar air terjun Gunung Sanggabuana Karawang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Warga di sekitar air terjun Gunung Sanggabuana Karawang. Foto: Dok. Istimewa
"Namun setelah dibongkar, makam-makam ini kembali bermunculan. Beberapa makam ini memang dibuat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan motif ekonomi, memanfaatkan keyakinan para peziarah,” kata Bernard.
ADVERTISEMENT
Maksud motif ekonomi adalah warga di sekitar itu mendirikan warung-warung kopi dan makanan. Semakin banyak makam, semakin banyak juga peziarah yang datang dan membeli di warung yang didirikan warga itu.
Selain makam, Bernard juga menemukan ada 4 mata air yang kerap kali dijadikan lokasi ritual. Keempatnya adalah Pancuran Mas, Pancuran Kejayaan, Pancuran Kahuripan, dan Pancuran Sumur Tujuh.
Kepercayaan yang berkembang, para peziarah dipercaya bisa buang sial setelah mandi dan membuang pakaian dalam. Pria hanya membuang celana dalam, sedangkan wanita membuang celana dalam dan bra.
Yang patut disayangkan adalah peziarah itu membuang pakaian dalam mereka di sembarang tempat. Sehingga mengganggu kebersihan lingkungan.
“Secara ekologi ini sebenarnya tidak baik, karena sampah ini mengotori puncak Gunung Sanggabuana. Yang jadi masalah, sampah pakaian dalam ini banyak mengotori sepanjang aliran air," kata Bernard.
ADVERTISEMENT
"Kita tidak tahu para peziarah ini dalam kondisi sehat atau tidak. Karena banyak juga pengunjung yang berharap berkah dari pancuran ini berprofesi sebagai pemandu lagu, juga para PSK yang jika sedang tidak sehat bisa menyebarkan penyakit kelamin menular,” lanjut Bernard.
=====
Jangan lewatkan informasi seputar Festival UMKM 2021 kumparan dengan mengakses laman festivalumkm.com. Di sini kamu bisa mengakses informasi terkait rangkaian kemeriahan Festival UMKM 2021 kumparan, yang tentunya berguna bagi para calon dan pelaku UMKM.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020