Ada 6 Kodam Baru yang Dibentuk Prabowo, Dikukuhkan di Batujajar

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto serta tiga kepala staf angkatan meninjau gladi bersih Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Udara Suparlan, Batujajar, Bandung, Jumat (8/8/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto serta tiga kepala staf angkatan meninjau gladi bersih Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Udara Suparlan, Batujajar, Bandung, Jumat (8/8/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Presiden Prabowo Subianto melakukan sejumlah perubahan besar pada struktur TNI. Selain menghidupkan kembali jabatan Wakil Panglima TNI, akan ada tambahan 6 kodam baru.

Saat ini, TNI punya 15 kodam yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap kodam membawahi 1 atau lebih dari satu provinsi di Indonesia.

Berikut 6 Kodam baru yang akan dikukuhkan Prabowo:

  1. Kodam XIX/Tuanku Tambusai: Riau dan Kepulauan Riau

  2. Kodam XX/Imam Bonjol: Sumatera Barat dan Jambi

  3. Kodam XXI/Radin Inten: Bengkulu dan Lampung

  4. Kodam XXII/Tambun Bungai: Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah

  5. Kodam XXIII/Tombolotutu: Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat

  6. Kodam XXIV/Mandala Trikora: Papua Selatan

Keenam kodam ini merupakan pemecahan tugas dari sejumlah kodam yang sudah ada sebelumnya.

Kapuspen TNI, Mayjen Kristomei Sianturi di Kantor Kementerian PU, Jakarta selatan pada Senin (21/7/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan

Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi mengatakan, pembentukan ini merupakan bagian dari pengembangan TNI dalam menghadapi tantangan terkini. Sebab, tugas kodam yang ada saat ini sangat berat.

"Karena bisa dibayangkan, seorang Panglima Kodam membawahi 4 provinsi. Untuk komando dan kendalian itu terlalu luas dan terlalu jauh. Terlalu banyak yang harus diurus," kata Kristomei usai gladi bersih Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer, di Batujajar, Jawa Barat, Jumat (8/8).

"Sehingga perlunya adalah memperpedek jalur birokrasi. Kan Korem Riau itu harus melakukannya [koordinasi] pada Pangdamnya di Medan. Nah jadi kita memperkecil proses untuk komando dan kendalian itu dengan bentuk Kodam-Kodam baru," tambah dia.

Suasana gladi bersih Upacara Gelar Pasukan Operasional Dan Kehormatan Militer di Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung, Jumat (8/8/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Kristomei mengatakan, kodam-kodam membawahi beberapa korem, kodim, dan koramil di berbagai provinsi. Komando-komando inilah yang akan direlokasi ke kodam-kodam baru yang dibentuk sekarang.

"Jadi hanya merelokasi. Contoh yang saya sampaikan tadi misalnya, untuk Kodam XIX/Tuanku Tambusai, itu yang membawahi wilayah Riau dan Kepri, Semua Riau dan Kepri itu kan berada di bawah teritori Kodam I/Bukit Barisan. Nah hari ini dipisah," ungkap dia.

"Jadi Kodim-Kodimnya, Koremnya yang di bawah Kodam XIX itu adalah Kodim-Kodim yang dulu dibawah Kodam I/Bukit Barisan. Nah hari ini direlokasi, diorganisasi dengan nama Kodam XIX," tambah dia.

Kristomei memastikan, sudah ada nama pejabat atau panglima kodam yang akan memimpin 6 kodam baru ini. Mereka akan dilantik pada saat upacara gelar kehormatan di Batujajar.

"Sudah, sudah disiapkan. Pangdamannya sudah," ucap dia.