Ada Aksi Tuntut Rizieq Bebas di Istana, Polisi Siapkan Pengalihan Arus Lalin

Ditlantas Polda Metro Jaya telah menyiapkan rute pengalihan arus lalu lintas di sekitar Istana Merdeka, Jumat (18/12). Hal itu sebagai bentuk antisipasi rencana demo yang akan digelar oleh PA 212 dan ormas pendukung Habib Rizieq Syihab lainnya.
Dalam peta yang dibagikan di akun Twitter Ditlantas Polda Metro Jaya, terlihat sejumlah jalan ditutup. Penutupan jalan tidak berbeda jauh dengan saat demo menolak Omnibus Law digelar.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan pengalihan arus lalu lintas baru akan dilakukan bila massa membeludak.
"Situasional ya sifatnya," kata Sambodo saat dikonfirmasi, Jumat (18/12).
Adapun rencana pengalihan arus sebagai berikut:
Jalan Veteran Raya arah Harmoni ditutup
Jalan Medan Merdeka Utara ditutup, kendaraan dari Jalan Medan Merdeka Timur dialihkan ke Jalan Perwira
Jalan Medan Merdeka Selatan ditutup
Jalan Medan Merdeka Barat ditutup
Jalan MH Thamrin mulai dari perempatan Jalan Kebon Sirih ditutup
Jalan Budi Kemuliaan ditutup
Jalan Majapahit ditutup, kendaraan dari Jalan Abdul Muis dibelokkan ke kiri ke Jalan Tanah Abang II
Jalan Museum ditutup
Demo Tidak Diberi Izin
Demo akan digelar mulai pukul 13.00 WIB. Massa menuntut agar Habib Rizieq yang saat ini ditahan di Polda Metro Jaya agar dibebaskan tanpa syarat.
Terkait demo tersebut Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menegaskan pihaknya tidak pernah memberikan izin keramaian. Namun, kepolisian melakukan upaya pencegahan bila terjadi kericuhan dengan menurunkan Brimob.
"Polri tak memberikan izin keramaian atau unjuk rasa karena pandemi COVID-19," ujar Argo.
Senada dengan Mabes Polri, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran juga akan melakukan langkah antisipasi jika aksi jadi digelar. Pihaknya akan menjalankan operasi kemanusiaan kepada para peserta demo.
"Kalaupun ada aksi, kami akan melaksanakan operasi kemanusiaan. Keselamatan masyarakat menjadi hukum yang tertinggi," kata Kapolda Metro Irjen Fadil di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/12).
Sikap tegas ini dengan menjaga dan mengawasi massa agar melaksanakan protokol kesehatan. Menjaga jarak yang utama agar mereka tak berkerumun.
"Akan kita laksanakan 3M, sehingga kerumunan bisa dikendalikan. Klaster Petamburan dan Tebet sudah membuktikan bahwa kerumunan sangat berbahaya," tegas dia.

