Ada Demo di Depan DPR, Lalu-lintas Lancar

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Demo ojol di depan Gedung DPR/MPR Jakarta, Rabu (17/9/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Demo ojol di depan Gedung DPR/MPR Jakarta, Rabu (17/9/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Driver ojek online (ojol) menggelar demo di Gedung DPR/MPR pada Rabu (17/9). Dari pantauan di lokasi, demo ini tak mengganggu aktivitas lalu lintas. Arus kendaran terpantau lancar.

Tampak hingga saat ini massa masih menyampaikan tuntutannya. Spanduk berwarna putih dengan tulisan merah terlihat terpasang di pagar gedung dewan.

"Potongan oleh aplikator begitu besar dan memberatkan," kata salah seorang orator.

Tampak di lokasi juga petugas polisi melakukan pengaturan arus lalu lintas agar tak terjadi kepadatan.

Demo ojol di depan Gedung DPR/MPR Jakarta, Rabu (17/9/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Berikut ini tuntutan yang disampaikan oleh massa:

1. RUU Transportasi Online masuk pada Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025 hingga 2026;

2. Potongan aplikator 10 persen;

3. Regulasi tarif antar barang dan makanan;

4. Audit investigasi potongan lima persen yang telah diambil oleh aplikator;

5. Minta Kapolri usut tuntas tragedi 28 Agustus.

Sejumlah Ojol Putuskan Tak Ikut Demo, Pilih Cari Nafkah

Sementara itu, di sejumlah wilayah yakni Bekasi, Solo, dan Banten memutuskan tak bergabung dalam demo yang digelar di Gedung DPR/MPR.

"Driver Bekasi tetap on bid, tidak ada yang ikut aksi," kata Sekretaris Jenderal Koalisi Ojek Daring Nasional (KODAN) Bekasi Raya, Handriko.

Dampak negatif dari gelombang demo yang berlangsung beberapa lalu, kata Koko, masih begitu terasa sampai sekarang. Maka dari itu, pihaknya memilih untuk menjaga kondusifitas terlebih dahulu.

"Kami ingin ikut menciptakan rasa aman dan kondusif di tengah masyarakat," ucap dia.

Hal senada dikatakan oleh Michael yang merupakan perwakilan dari komunitas Unit Reaksi Cepat (URC) di Banten. Dia memastikan mayoritas ojol di Banten memilih tetap bekerja dan tak mengikuti demo.

"Itu hanya sebagian kecil, oknum saja, dan tidak mewakili driver (yang ikut demo). Ojol yang asli lebih pilih cari order," ujar dia.

Michael juga mengharapkan tak ada politisasi yang dilakukan terhadap kasus Affan Kurniawan, pengendara ojol yang terlindas hingga tewas oleh mobil rantis Brimob. Alangkah lebih baik, doa terus dipanjatkan kepada Affan.

"Keluarga sudah secara tegas menyatakan tidak ingin nama almarhum dibawa ke ranah politik jalanan," kata dia.