Ada Demo Ojol, Pemprov DKI Imbau Agar Aksi Tak Berujung Rusuh
·waktu baca 2 menit

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, Pemprov DKI bersama Polda Metro Jaya menyiapkan pengamanan mengawal demo ojek online (ojol) yang digelar hari ini.
“Jadi kami sudah melakukan koordinasi dengan Polda. Demonstrasi ini kan bagian dari hak demokrasi kita. Sehingga dengan demikian kami memberikan keleluasaan siapa pun untuk bisa menyampaikan aspirasi dan pendapatnya,” ujar Pramono usai peringatan Hari Perhubungan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (17/9).
Pram juga memastikan pihaknya akan berjaga agar kerusuhan yang terjadi akhir Agustus lalu tak terulang.
“Tetapi tentunya kami berjaga-jaga jangan sampai apa yang kemarin terjadi itu terulang kembali,” ucapnya.
Meski begitu, Pramono optimistis aksi hari ini berjalan damai.
“Tetapi saya meyakini karena hari ini yang demonstrasi dikoordinasikan oleh ojol, maka saya yakin pasti akan baik-baik saja,” katanya.
Sebanyak 6.118 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa dari asosiasi pengemudi ojek daring, Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (Garda Indonesia), di Jakarta Pusat pada Rabu (17/9).
Titik pengamanan meliputi gedung DPR RI hingga kawasan Gambir, Jakarta Pusat.
“Kuat personel kemanan wilayah Jakpus (sebanyak) 6.118 personel,” ujar Kasi Humas Polres Jakarta Pusat Ipda Ruslan, Rabu (17/9).
Demo ojol sendiri akan digelar siang ini sekitar pukul 13.00 WIB di depan Kantor Kementerian Perhubungan dan di depan gedung DPR/MPR RI. Aksi hari ini membawa sejumlah tuntutan, antara lain:
RUU Transportasi Online masuk pada Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025-2026
Potongan aplikator 10 persen
Regulasi tarif antar barang dan makanan
Audit investigasi potongan lima persen yang telah diambil oleh aplikator
Minta Kapolri usut tuntas tragedi 28 Agustus
