Ada Demo Sopir di Tanjung Priok, Polres Jakut Kerahkan 100 Personel Pengamanan
ยทwaktu baca 2 menit

Hari ini sejumlah sopir wilayah Pelabuhan Pelindo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, menggelar demo. Polisi pun mengamankan aktivitas tersebut.
"Untuk demo di dalam pelabuhan pengamanan dari Polres KP3 Tanjung Priok, kemudian aksi di Pelindo Tower diamankan dari Polres Metro Jakarta Utara," ujar Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Ahmad Fuady saat dikonfirmasi kumparan, Selasa (11/2).
Ia mengatakan, pengalihan arus juga dilakukan agar lalu lintas tak tersendat imbas demo tersebut.
"Untuk rekayasa lalin dilakukan agar arus lalu lintas dapat berjalan dengan normal," jelasnya.
Namun Ahmad tak menjelaskan berapa total personel yang dikerahkan untuk mengamankan demo tersebut. Namun Polres Jakarta Utara mengerahkan 100 orang personel.
"Dari Polres Metro Jakarta Utara menurunkan 100 personel pengamanan," jelas Ahmad.
Ia mengimbau agar peserta demo melakukan aksi dengan tertib.
"Untuk massa aksi long march untuk bisa tertib dan Polres Metro Jakarta Utara akan mengawal aksi massa tersebut," kata Kapolres.
"Kasat lantas baik dari KP3 maupun Polres akan mengalihkan arus lalin apabila massa memenuhi badan jalan, namun tetap diimbau untuk massa bisa tertib," tutupnya.
Demo sopir truk di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok ini digelar oleh Keluarga Besar Sopir Indonesia (KB-SI), sejak pukul 09.00 WIB. Demo ini digelar untuk merespons berbagai persoalan yang menimpa sopir saat ini.
Mulai dari kemacetan, premanisme, gate pass yang merugikan sopir, pungli, serta fasilitas dalam pelabuhan yang tak memadai.
Berikut tuntutan aksi unjuk rasa sopir truk Pelabuhan Tanjung Priok:
Batalkan kebijakan gate pass pelabuhan yang memberatkan para sopir
Pelayanan bongkar muat yang cepat, maksimal 1 jam dari gate in
Berikan keamanan bagi seluruh sopir dari premanisme
Berikan pelayanan fasilitas (toilet, kantin, ruang tunggu untuk sopir/kernet serta pengguna jasa pelabuhan lainnya)
Berantas mafia pungli di dalam pelabuhan
