Ada Efek Gus Imin, Elektabilitas Anies Tempel Ketat Prabowo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar saat debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Kompleks GBK, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar saat debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Kompleks GBK, Jakarta Pusat, Minggu (7/1/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) periode 1-7 Januari 2024 merilis elektabilitas masing-masing pasangan calon (paslon) yang tampil di Pilpres 2024.

Capres nomor urut 1, Anies Baswedan semakin memperlihatkan sebagai pesaing terberat paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto setelah meraih 34,5%.

Peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Firman Noor mengatakan hasil itu adalah buah dari kerja keras tim sukses Anies.

“Strategi berpasangan dengan Muhaimin Iskandar membuktikan diversifikasi pendukung. Terlihat ada tambahan dukungan dari kelompok yang selama ini bukan pendukung tradisional Anies,” ujar Firman, Rabu (10/1).

Capres nomor urut 1 Anies Baswedan (kanan) dan Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto beradu gagasan dalam debat perdana Capres dan Cawapres 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (12/12/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Firman melihat ceritanya kemungkinan bakal berbeda jika Anies tidak memilih Gus Imin. Firman sepakat dengan tesis yang mengatakan Gus Imin akan banyak membawa manfaat secara politis bagi Anies.

Faktor lain naiknya elektabilitas Anies menurut Firman disebabkan sentimen negatif baik terhadap Prabowo maupun pendukung Jokowi.

“Meskipun sama-sama pendukung Prabowo tapi kita lihat dukungan dua tokoh lawas yang sudah malang melintang di dunia politik tidak cukup bisa menghentikan popularitas Anies,” katanya.

Firman menjelaskan kubu Prabowo harus benar-benar memperhatikan tren kenaikan elektabilitas Anies. Dalam hal ini bekas Danjen Kopassus itu terlihat tidak bisa mendominasi seperti yang diharapkan. Faktor lain turunnya elektabilitas anak begawan ekonomi Soemitro Djojohadikusumo adalah sentimen negatif kepada PDI-P.

Anies Rasyid Baswedan di Gedung Grand Sumber Ria, Kota Gorontalo. Foto: Dok. Tim AMIN

Strategi Anies menggunakan platform media sosial seperti TikTok dan X menurut Firman sudah tepat. Pendekatan ini, kata dia, diterima dengan positif milenial atau Generasi Z. Hal ini, menurutnya, adalah kesukaan anak muda terhadap ‘abah online’.

Hasil survei IPO memperlihatkan elektabilitas pasangan Prabowo Subanto-Gibran Rakabuming Raka masih bertahan di posisi pertama (42,3%). Dia diikuti duet Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (34,5%) dan Ganjar-Mahfud (21,5%).

(LAN)