Ada Ibu Hamil Jadi Korban Robohnya Balkon Gedung BEI

15 Januari 2018 16:58
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Suasana balkon gedung BEI roboh (Foto: Dok. Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana balkon gedung BEI roboh (Foto: Dok. Istimewa)
ADVERTISEMENT
Robohnya balkon penghubung tower I dan II Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) tadi siang, mengakibatkan 77 orang terluka ringan hingga patah tulang. Seluruh korban telah dilarikan ke 3 rumah sakit, salah satunya RS Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta.
ADVERTISEMENT
Kepala Manajemen RSPP, Agus W Susetyo,mengatakan total ada 7 pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut. Salah satunya, adalah seorang perempuan hamil.
"Kondisi pasien yang masuk ke IGD RSPP terdapat 7 pasien terdiri dari 4 laki laki dan 3 perempuan. Terdapat 1 pasien ibu hamil dan 1 pasien mahasiswa yang sedang kunjungan belajar ke BEI" ujar Agus di RSPP, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/1).
Suasana di luar Gedung BEI  (Foto: Helmi Afandi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di luar Gedung BEI (Foto: Helmi Afandi/kumparan)
Dari 7 korban yang dirawat, lanjut Agus, lima diantaranya harus menjalani rawat inap di rumah sakit. "Sedangkan yang 1 sudah pulang dan 1 lagi masih dalam observasi di emergency agar bisa pulang dan melakukan rawat jalan," imbuhnya.
Menurut Agus ketujuh korban luka yang dilarikan ke RSPP mengalami kondisi luka yang beragam. Mulai dari luka benturan, lecet hingga patah tulang.
ADVERTISEMENT
"Ada beberapa luka karena benturan, ada juga yang hanya psikis saja cuma kaget itu ada 2 orang. Tapi yang lainnya ada luka lecet, patah tulang dan benturan di kepala," papar Agus.
Sterilisasi gedung BEI (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sterilisasi gedung BEI (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
"Ada yang dilakukan penjahitan, dan perlu dilakukan perawatan medis lanjut makanya diperlukan rawat inap. Lamanya rawat inap tergantung kasusnya, kalau yang patah tulang kemungkinan bisa sekitar tiga hari," imbuhnya.
Salah seorang dokter yang bertugas di RSPP, Dokter Trijati, menambahkan pihaknya memastikan keadaan janin ibu hamil yang jadi korban luka itu masih dalam kondisi stabil.
"Untuk yang hamil namanya ibu Nova, beliau tidak langsung kena reruntuhan. Jadi katanya kejadiannya tepat di depan pasien, karena dia lagi hamil jadi syok, sesak nafas dan kontraksi," jelas Trijati.
ADVERTISEMENT
"Nah dari pemeriksaan yang telah dilakukan janinnya stabil, pasiennya juga baik-baik saja . Namun kita sarankan observasi paling tidak 1 sampai 2 malam, itu adalah kehamilan anak pertama," lanjutnya.
Pihak BEI diketahui akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban luka. "Walaupun beberapa pasien itu memiliki jaminan asuransi atau pihak perusahaan masing-masing, tapi statement dari pihak manajemen (BEI), bertanggung jawab," tutup Trijati.
Berikut data selengkapnya korban yang dirawat di RSPP:
1)Sylvia (36 tahun) : Penyakit auto imun dan chest discomport/panic attack
2) Imanuel (20 tahun) : Multiple fraktur dan head injury
3) Jonathan (22 tahun) : Multiple vulnus excoriasi (pulang/rawat jalan)
4) Daru (44 tahun) : Fraktur metacarpal
5) Siti latifah (22 tahun) : Head injury
ADVERTISEMENT
6) Angga Vulnus : excoriasi (pulang/rawat jalan)
7) Nova (23 tahun) : Hamil 32 minggu
Proses sterilisasi gedung BEI (Foto: Helmi Afandi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Proses sterilisasi gedung BEI (Foto: Helmi Afandi/kumparan)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020