Ada Luka di Sekujur Tubuh ODGJ yang Tewas Diduga Dianiaya Yayasan di Pangandaran

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Muhammad Ilham, ODGJ yang diduga tewas dianiaya. Foto: Dok. Keluarga Korban
zoom-in-whitePerbesar
Muhammad Ilham, ODGJ yang diduga tewas dianiaya. Foto: Dok. Keluarga Korban

Keluarga Muhammad Ilham, ODGJ yang diduga tewas dianiaya sebuah yayasan di Pangandaran, mengungkapkan ada sejumlah luka pada sekujur tubuh korban saat jenazahnya akan dimandikan. Terdapat juga bercak darah pada kain kafan di bagian kepala.

"Pas dibuka lagi dan dimandikan ulang ternyata benar, di kain kafan di bagian kepala itu masih ada darahnya," ujar Azri saat dihubungi kumparan pada Rabu (10/9).

Ilham sendiri dimasukkan ke yayasan itu untuk dirawat pada Mei 2025. Yayasan itu dipilih karena mendapat informasi bisa menyembuhkan mereka yang ODGJ.

Pada 21 Agustus 2025 pukul 20.00 WIB, keluarga ditelepon yayasan, diminta izin agar Ilham bisa dibawa ke RS. Keesokan harinya, keluarga diinformasikan bahwa Ilham telah meninggal dan diminta ambil jenazahnya.

Ketika melihat jenazahnya, selain ada darah di bagian kepala, terdapat juga luka-luka berupa lebam di bagian mata, punggung, telinga, dan luka terbuka pada bagian kaki.

"Di kedua matanya lebam, malah mah mata yang sebelahnya itu kayak udah agak pecah gitu, kalau menurut keterangan yang memandikan dan foto dokumentasi sebagai bukti," kata Azri.

Atas temuan luka-luka ini, kata Azri, pihak keluarga memutuskan membawa jenazah ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk dilakukan otopsi. Namun, sampai saat ini pihak keluarga belum mendapatkan laporan hasil otopsi tersebut.

"Kita belum dikasih tahu sampai sekarang, katanya sih belum keluar (hasilnya)," ucap Azri.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Pangandaran Iptu Yusdiana mengatakan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

"Beberapa hal terkait penyelidikan, nanti kita sampaikan di lapangan," kata Yusdiana saat dikonfirmasi Rabu (10/9).

kumparan telah menghubungi pihak yayasan, namun nomor yang dihubungi tidak aktif.