Ada Massa Ngamuk di Diskusi 'Selamatkan Golkar', Airlangga Sebut Aman Terkendali
·waktu baca 2 menit

Acara diskusi bertema 'Selamatkan Partai Golkar' yang digelar di Restoran Pulau Dua, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, dibubarkan oleh polisi karena ada sekelompok orang yang mengamuk. Mereka mencoba membubarkan diskusi di restoran yang berdekatan dengan Gedung DPR/MPR di Senayan itu.
Massa yang mengaku dari Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) tiba-tiba datang dan marah-marah meminta acara diskusi yang membahas Munaslub Golkar itu tidak digelar.
AMPG adalah sayap pemuda Partai Golkar. Di organisasi ini, anak Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto ada yang menjadi pengurus pusat.
Sementara itu, Airlangga Hartarto mengaku tidak tahu mengenai keributan di diskusi 'Selamatkan Partai Golkar'.
"Waduh saya belum tahu," kata Airlangga usai ratas soal devisa ekspor di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/7).
Airlangga juga menyebut belum memonitor acara yang akhirnya dibubarkan oleh polisi itu.
"Kita belum monitor. Baru keluar dari sini," ujarnya.
Airlangga memastikan situasi Golkar masih terkendali meski dia digoyang melalui usulan Munaslub.
"Aman terkendali," pungkasnya.
Massa yang berpakaian bebas itu tiba-tiba ribut dengan panitia diskusi bertema 'Selamatkan Partai Golkar' yang dihelat di Restoran Pulau Dua Senayan itu. Mereka juga memukul seorang wartawan yang ketahuan merekam keributan itu, sementara wartawan lainnya dilempar handphone-nya.
Diskusi ini dihelat oleh kader yang mengatasnamakan Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG). Salah satu tokoh Golkar yang hadir adalah Ridwan Hisjam, yang sedari awal mendorong Munaslub.
Suasana di dalam restoran seketika tegang. Salah seorang dari massa itu bahkan melempar kursi. Wartawan pun dipindahkan ke tempat lain di dekat situ.
Tak lama kemudian, puluhan polisi tiba ke lokasi dipimpin Kapolsek Metro Tanah Abang, Kompol Patar Bona.
“Saya mendapat laporan bahwa di sini ada terjadi cekcok. Jadi saya mau pastikan di wilayah saya, khususnya di Polsek Metro Tanah Abang, tidak boleh ada keributan. Jelas sampai sini!” kata Kompol Patar Bona di depan massa.
