Ada Pelangi di Kampung Nelayan Kamal Muara

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kampung Pelangi di Utara Jakarta (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kampung Pelangi di Utara Jakarta (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

Kampung nelayan di Kamal Muara, Jakarta Utara, kini tampak lebih cerah dan berwarna-warni. Suasana kusam dan kumuh tak begitu tampak lagi. Sebab, kampung nelayan tersebut dicat dengan berbagai warna seperti pelangi.

Kamis (15/3) di siang, di ujung dermaga Kamal Muara -- sekitar 24 km dari Balai Kota Jakarta -- sekelompok warga tengah sibuk mengecat bagian atas tanggul. Warna merah muda, biru, dan hijau, dan warna lainnya mereka goreskan ke tembok-tembok tanggul laut. Ada juga yang sibuk mengecat dinding dermaga.

Kampung Pelangi di Utara Jakarta (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kampung Pelangi di Utara Jakarta (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

“Rencana kita sepanjang tanggul ini kita cat. Sekarang sudah sekitar 400 meter,” ujar Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan Kamal Muara, Castdin, di Dermaga Kamal Muara, Jakarta Utara, Kamis (15/3).

Castdin merupakan penggagas pengecatan tersebut. Ia terinspirasi dari beberapa perkampungan yang ada di kota-kota lain di Indonesia yang telah menerapkan hal yang sama.

Kampung Pelangi di Utara Jakarta (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kampung Pelangi di Utara Jakarta (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

“Ide ini saya paparkan kepada warga hari Sabtu (10/3), mereka mau dan Selasa (13/3) kita mulai eksekusi,” ujarnya.

Castdin mendapatkan cat dari sumbangan warga Pantai Indah Kapuk (PIK). Sebanyak 24 pel (galon) cat dengan 6 warna berbeda ia terima.

Kampung Pelangi di Utara Jakarta (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kampung Pelangi di Utara Jakarta (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

“Ada bantuan cat oleh RW PIK yang memang hasil dari sumbangan warga-warganya. Ada 24 pel cat yang saya terima dari warga PIK, satu pelnya 25 kg,” ujarnya.

Ia menambahkan cat tersebut diserahkan kepada warga Kamal Muara. Lalu warga sendirilah yang mengecat dan membentuk pola warna yang mereka suka.

Kampung Pelangi di Utara Jakarta (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kampung Pelangi di Utara Jakarta (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

“Saya cuma kasih catnya, polanya mereka yang buat. Makanya ini polanya bisa beda-beda. Kalau saya yang tentuin polanya nanti mereka merasa tidak suka akhirnya tidak mau. Kalau seperti ini kan kreasi mereka sendiri,” ujarnya.

Harapan Castdin tentu ingin menghilangkan kekumuhan yang ada di Kampung Nelayan Kamal Muara. Apalagi tempat ini menjadi lokasi wisatawan yang ingin menyeberang ke Pulau Seribu.

Kampung Pelangi di Utara Jakarta (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kampung Pelangi di Utara Jakarta (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)

“Awalnya kampung ini kelihatannya kurang enak, padahal jadi tempat transit untuk ke Pulau (Seribu). Harapannya setelah dicat seperti ini wisatawan gak cuma transit menyeberang, tapi juga mereka berjalan-jalan dulu di sekitar sini, foto-foto, dan jajan di warung-warung yang ada,” ujarnya.

Kampung warna-warni di Kamal Muara (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kampung warna-warni di Kamal Muara (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)

Namun, hingga hari ke-2 pengecatan, stok cat dari sumbangan warga PIK sudah mulai habis. Padahal masih ada 400 meter lagi tanggul yang belum dicat.

"Padahal masih ada 400 meter lagi yang belum dicat," ujarnya.

Kampung Pelangi di Utara Jakarta (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kampung Pelangi di Utara Jakarta (Foto: Jamal Ramadhan/kumparan)