Ada PLTD Sebesi, Warga Lampung Bisa Nikmati Listrik 12 Jam

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Acara peresmian mesin tambahan PLTD Lampung (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Acara peresmian mesin tambahan PLTD Lampung (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)

PT PLN (Persero) meresmikan tiga unit mesin diesel baru Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sebesi, Desa Tejang Pulau Sebesi, Lampung, Kamis (26/10). Mesin dengan kapasitas 3x100 kilowatt ini merupakan upaya yang ditempuh PLN untuk memenuhi target dari program 'Lampung Terang 2019'.

"Sebelumnya, PLTD Sebesi memiliki satu unit mesin diesel berkapasitas 1x100 kilowatt dan itu mesin lama. Sekarang sudah kita tambahkan jadi 3x100 kilowatt dan semuanya mesin baru," kata General Manager PLN Distrik Lampung Julita Indah dalam sambutannya.

Julita mengatakan, peningkatan tegangan listrik di Pulau Sebesi ini bertujuan agar pulau-pulau terluar di Lampung dapat terpenuhi pasokan listriknya. "Ini merupakan bagian dari ibadah kami pegawai PLN bisa mengaliri listrik di pulau-pulau terluar Indonesia," katanya.

Acara peresmian mesin tambahan PLTD Lampung (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Acara peresmian mesin tambahan PLTD Lampung (Foto: Ainul Qalbi/kumparan)

Pada saat yang sama, Muchtar SS selaku perwakilan masyarakat desa Tejang juga mengucapkan rasa terima kasih kepada PLN atas penambahan daya ini. Ia menuturkan, sebelumnya listrik di desa ini hanya menyala selama enam jam, yaitu dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB.

"Sekarang listrik bisa menyala 12 jam, dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Jadi warga desa tidak terlambat melaksanakan salat Subuh," ucap Muchtar.

Muchtar juga sempat mengeluhkan penjualan token listrik yang belum dijual di Pulau Sebesi. Menjawab hal itu, Bupati Lampung Selatan Zainuddin Hasan menyebutkan, pihaknya akan segera membangun warung desa yang menjual token.

"Tahun depan akan segera dibangun warung desa. Sehingga warga desa Tejang beli tokennya tidak jauh keluar pulau tapi di warung desa milik warga desa," ujar Zainuddin.