Adakah Hubungan Gempa Bogor dengan Pemantauan Khusus Aktivitas Gunung Gede?
·waktu baca 2 menit

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Muhammad Wafid mengatakan aktivitas Gunung Gede di Jawa Barat dipantau secara khusus usai gempa terjadi di Kota Bogor, Jabar pada Kamis (11/4) malam.
"Badan Geologi memantau secara menerus aktivitas Gunung Gede," kata Wafid dalam keterangan di akun Instagram Badan Geologi, Jumat (11/4).
Pemantauan Gunung Gede itu dilakukan karena salah satu gunung api yang terdekat dengan pusat gempa bumi adalah gunung tersebut.
"Saat ini tingkat aktivitas Gunung Gede pada level 1 (normal). Jika ada informasi terkait dengan aktivitas Gunung Gede akan dilaporkan oleh Badan Geologi," ucapnya.
Pusat gempa Bogor yang terjadi pada pukul 22.16 WIB itu terletak di darat tepatnya pada koordinat 6.62 LS dan 106.8 BT dengan kedalaman hiposenter 5 km.
Gempa ini dirasakan di wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Depok dengan Skala Intensitas III-IV MMI yang menimbulkan kerusakan sejumlah rumah.
Badan Geologi, kata Wafid, akan mengirim Tim Tanggap Darurat ke lokasi bencana.
"Guna melakukan pemeriksaan dan analisis untuk memberikan rekomendasi teknis kepada pemerintah daerah terdampak bencana," katanya.
Sedangkan berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa diduga kuat dipicu oleh Sesar Citarik dengan mekanisme geser mengiri (sinistral strike-slip). Sesar Citarik memiliki panjang sekitar 250 kilometer.
Sesar mendatar ini melintasi provinsi Jawa Barat, melewati Palabuhanratu, Kabupaten Bogor, dan Kota Bekasi. Sesar tersebut telah aktif sejak sekitar 15 juta tahun yang lalu.
Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat kerusakan akibat gempa ini masuk kategori ringan hingga sedang pada beberapa bangunan di Kecamatan Bogor Selatan dan Bogor Barat. Salah satunya di Perumahan Bogor Nirwana Residence.
