Ade Komarudin: Golkar Harus Konsolidasi demi Menangkan Jokowi di 2019

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ade Komarudin diperiksa KPK (Foto: Wahyu Putro/Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Ade Komarudin diperiksa KPK (Foto: Wahyu Putro/Antara)

Politikus Golkar Ade Komarudin menyebut partainya harus segera melakukan konsolidasi untuk pemenangan Pileg dan Pilpres 2019. Ia berharap kisruh yang menimpa partainya setelah penahanan Setya Novanto tidak membuat para kader pecah.

"Sekarang partai harus solid melakukan konsolidasi, melakukan harmonisasi agar kompak. Jangan lupa, sebentar lagi mau pileg dan pilpres," kata Akom, sapaan Ade Komarudin, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (22/11).

"Kita untuk pilpres sudah tentukan Jokowi sebagai capresnya. Sudah jauh-jauh hari dan itu harus diperjuangkan sebaik-baiknya agar Pak Jokowi ini menang kembali," lanjutnya.

Perbedaan pendapat di internal kali ini memanas setelah KPK menahan Ketua Umum Golkar Setya Novanto karena kasus korupsi e-KTP. Ada pihak yang ingin mempertahankan, ada pula pihak yang ingin posisi ketua umum agar sesegera mungkin diganti.

Adanya perbedaan ini, kata Akom, dinilai dapat mempengaruhi kinerja Golkar untuk memenangkan pileg dan membantu Jokowi kembali menjadi presiden di tahun 2019.

"Nah kalau partainya enggak kompak, enggak solid, enggak harmonis, yah, pasti nanti kurang maksimal bantu pemenangan Pak Jokowi," ujar mantan Ketua DPR ini.

Terlebih, menurut Akom, penahanan Setya Novanto dalam kasus korupsi e-KTP oleh KPK telah mempengaruhi elektabilitas Golkar.

"Pasti harus diakui ada dampak (elektabilitas) karena itu kami serahkan pada seluruh tingkat 2 pemilik suara seluruh Indonesia dan tingkat 1 untuk sama-sama mereka satukan langkah agar partai ini solid dan kompak hadapi Pileg dan Pilpres 2019," kata Akom.

Sementara untuk wacana pergantian ketum Golkar, Akom mengatakan menyerahkannya ke mekanisme partai. "Itu serahkan ke temana-teman pemilik suara di tingkat DPD 1 dan 2 yang mereka itu menyadari benar bahwa partai ini harus kokoh dan siap," jelasnya.