News
·
20 Januari 2021 12:48

Ade Yasin Akan Bahas Relokasi Warga Terdampak Banjir Bandang Gunung Mas Puncak

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ade Yasin Akan Bahas Relokasi Warga Terdampak Banjir Bandang Gunung Mas Puncak (119400)
searchPerbesar
Bupati Bogor Ade Yasin usai diminta keterangan oleh polisi soal kasus kerumunan di Megamendung, di Mapolda Jabar, Selasa (15/12). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Bupati Bogor Ade Yasin akan membahas rencana relokasi permukiman warga di dalam kompleks wisata Gunung Mas Puncak. Relokasi itu diperlukan untuk mencegah terjadinya bencana banjir bandang susulan seperti yang terjadi pada Selasa (19/1).
ADVERTISEMENT
Namun, relokasi itu tak serta merta bisa dilakukan oleh Pemkab Bogor. Musababnya, area wisata Gunung Mas itu berada di bawah wewenang PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII).
"Ya karena ini juga di wilayah PTPN tentunya akan kami bahas juga yang punya wilayah apakah bentuknya penertiban atau teguran," ujar Ade Yasin saat meninjau korban banjir bandang Gunung Mas, Rabu (20/1).
Ade Yasin Akan Bahas Relokasi Warga Terdampak Banjir Bandang Gunung Mas Puncak (119401)
searchPerbesar
Jalan desa penghubung Agrowisata Gunung Mas Puncak yang digenangi lumpur sisa banjir bandang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/1). Foto: Dok. Istimewa
Lebih lanjut Ade Yasin juga hendak mendata jumlah rumah dan bangunan di dalam kompleks wisata Gunung Mas itu. Pendataan nantinya akan disinkronisasi dengan data milik PTPN VIII.
"Apa lagi di kawasan wisata kami harus mengolah kembali mendata dikhawatirkan terjadi pembangunan liar yang tanpa sepengetahuan pihak perkebunan barang kali atau juga banyak yang memanfaatkan ruang-ruang di sini untuk kepentingan pribadi. Tentunya kita harus menerjunkan tim untuk mensurvei dan mendata bangunan," ujar Ade Yasin.
Ade Yasin Akan Bahas Relokasi Warga Terdampak Banjir Bandang Gunung Mas Puncak (119402)
searchPerbesar
Kondisi terkini dampak banjir bandang di kawasan Gunung Mas Puncak, Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/1). Foto: Dok. Istimewa
Musibah banjir bandang menerjang tiga rukun tetangga di permukiman pekerja pemetik teh Gunung Mas pada Selasa (19/1). Tidak ada korban meninggal dan luka dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB itu.
ADVERTISEMENT
Namun, sebanyak 674 jiwa mengungsi. Mereka mengungsi di vila-vila di dalam kompleks Agrowisata Gunung Mas.