Adhyaksa Dault Dukung Prabowo karena Teringat Kata-kata Bill Gates

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia di gedung Pencak Silat TMII (Foto: Ricky/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia di gedung Pencak Silat TMII (Foto: Ricky/kumparan)

Sejumlah tokoh menghadiri deklarasi dukungan untuk capres-cawapres nomor 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Sabtu (26/1).

Dalam kesempatan tersebut hadir pula mantan Menpora Adhyaksa Dault, yang memberikan dukungannya untuk Prabowo-Sandi. Dalam kesempatan tersebut ia mengutip sebuah ungkapan dari pendiri Microsoft, Bill Gates, tentang sebuah kunci kesuksesan.

"Kenapa saya pilih Prabowo? saya ingat kata-kata Bill Gates. Seorang pemimpin adalah yang berhasil menapaki anak tangga demi anak tangga. Dia akan kuat tahan lama, jadi ini kata yang punya Microsoft," ujar Adhyaksa dalam sambutannya di depan sejumlah Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTISI).

Suasana Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia di gedung Pencak Silat TMII (Foto: Ricky/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia di gedung Pencak Silat TMII (Foto: Ricky/kumparan)

Ia mengaku cukup lama kenal dengan Prabowo, sejak masih menjadi anggota TNI. Adhyaksa mengatakan, meski berlatar belakang militer, namun Prabowo dikenalnya sebagai sosok yang cukup peduli dengan olah raga di Indonesia.

"Pak Prabowo menapaki anak tangga demi anak tangga. Dia jemput saya di ujung, Mantan Pangkostrad itu. Hanya untuk lihat anak-anak latihan silat. Wajar silat dapat 13 Emas," jelasnya.

Dukungan juga ia sampaikan untuk Sandiaga Uno, yang sudah dianggap sebagai saudara sendiri.

"Terakhir, tidak ada yang tembus takdir kecuali doa. Mari kita berdoa, Insyaallah kita tanggal 17 April sama-sama menonton, dan Insyaallah punya presiden baru. Semua harus kita kawal," kata dia.

Suasana Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia di gedung Pencak Silat TMII (Foto: Ricky/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Deklarasi Nasional Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia di gedung Pencak Silat TMII (Foto: Ricky/kumparan)

Di kesempatan yang sama, Pakar Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia, Chusnul Mariyah yang mewakili perempuan, menyebut meminta para pendukung untuk siap melaksanakan pemilu bersih dan jujur.

"Kita penting untuk 2019 ganti presiden. Kalo bicara tentang kekayaan republik Indonesia ini, ada oligarki ekonomi, politik, dan sosial. Ada 1 persen penduduk yang menguasai 45 persen kekayaan Republik Indonesia," ucapnya.

Ia juga meminta relawan untuk mengawasi media, penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu.

"Kita perlu kembali kepada visi bangsa Indonesia, melindungi seluruh bangsa dan negara. Kedaulatan negara kira diserahkan secara sukarela, kepada asing. Kita butuh pemimpin yang bisa membaca bukan karena kepekaan," ucap Chusnul.