Agar Dana BOS Transparan, Pemprov DKI Luncurkan Aplikasi SIAP

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sandiaga Uno  (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sandiaga Uno (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)

Untuk mencegah penyalahgunaan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), Pemprov DKI meluncurkan aplikasi bernama Sistem Informasi Akuntabilitas Pendidikan (SIAP) BOS-BOP.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan program yang bekerja sama dengan Bank DKI ini diharapkan membuat manajemen pendidikan semakin transparan.

"Jadi, SIAP BOS-BOP ini bisa membantu manajemen pendidikan ke depan lebih akuntabel dan transparan serta sesuai dengan program Bank Indonesia (BI), cashless," kata Sandi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu, (2/5).

Aplikasi ini akan terintegrasi dengan beberapa aplikasi yang sudah ada di Pemprov DKI yaitu Sistem Informasi Data Pendidikan (Dapodik), Sistem Informasi Perencanaan Sekolah (RKAS), e-Budgeting, dan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD).

Sandi mengatakan, aplikasi ini tak hanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jakarta. Tetapi juga sebagai langkah Pemprov DKI untuk meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam laporan keuangannya.

Siswa SD yang menjadi duta penerbangan. (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Siswa SD yang menjadi duta penerbangan. (Foto: Novan Nurul Alam/kumparan)

"Komitmen kita WTP ini harga mati. Semua harus bisa dipertanggungjawabkan, lebih tertata, lebih tercatat. Sehingga kita bisa mendorong sistem informasi berbasis teknologi," terang Sandi.

Sandi mengatakan, selama ini, pertanggungjawaban dana BOS dilakukan dengan cara manual. Padahal, dana yang digulilrkan setiap tahunnya semakin membesar.

"BOS dan BOP ini cukup besar Rp 4 triliun. Biaya ini sama untuk membangun empat stadion bertaraf internasional. Jadi, harus akuntabel dan transparan. Kalau dulu manual. Bendahara sekolah harus antre ke bank, dan berbahaya karena harus bawa uang banyak," ujar Sandiaga.

Bank DKI dipercaya untuk menyediakan layanan transaksi mengelola dana BOS dan BOP Jakarta dengan jumlah sekolah negeri yang menerima bantuan sebanyak 2.062 sekolah. Per Maret 2018 jumlah transaksi telah mencapai 141.725 transaksi dengan nominal sebesar Rp 425,89 miliar rupiah.

Turut hadir dalam acara peluncuran SIAP BOS-BOP adalah Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Michael Rolandi dan Direktur Utama Bank DKI Kresno Sediarsi.