Agen ICE Tembak Pria Venezuela di Austin, Korban Sempat Dirawat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Garis polisi terlihat di lokasi di mana seorang warga negara Venezuela ditembak dan terluka selama operasi Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) di Austin, Texas, pada Minggu (20/9/2026). Foto: Ronaldo Schemidt/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Garis polisi terlihat di lokasi di mana seorang warga negara Venezuela ditembak dan terluka selama operasi Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) di Austin, Texas, pada Minggu (20/9/2026). Foto: Ronaldo Schemidt/AFP

Petugas dari badan urusan bea cukai dan imigrasi (ICE) di Amerika Serikat (AS) menembak seorang pria hingga terluka di Austin, Texas, pada Minggu (20/9) waktu setempat. Korban dalam kondisi serius tetapi stabil.

Kepala Kepolisian Austin, Lisa Davis, mengatakan pria itu tertembak di bagian tubuh dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Penembakan terjadi saat agen ICE mengejar pria tersebut sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Seorang pengacara khusus imigrasi, Kate Lincoln-Goldfinch, mengungkapkan korban bernama Wilber Rafael Garces Perez (28). Lincoln-Goldfinch memastikan dirinya berbicara atas nama keluarga korban.

Dia mengatakan korban telah keluar dari rumah sakit dan dibawa ke tahanan ICE, demikian dikutip dari Reuters.

Seorang sumber ICE kepada CNN mengungkapkan Perez berasal dari Venezuela. Sumber tersebut menyebut Perez masuk ke AS secara ilegal. Pernyataan itu dibantah Lincoln-Goldfinch. Ia menegaskan kliennya masuk ke AS secara resmi.

Adapun Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan investigasi terkait penembakan di Austin telah dimulai dengan bantuan FBI. ICE merupakan badan yang berada di bawah kementerian tersebut.

Sementara itu, pejabat kota Austin menolak mengungkap identitas korban. Mereka juga bungkam mengenai siapa agen ICE yang menembak korban.

Lisa Davis, selaku Kepala Kepolisian Austin, mengungkapkan bahwa dirinya belum mendapat pengarahan resmi dari pemerintah federal mengenai insiden tersebut. Ia hanya mendapat sedikit informasi mengenai kejadian itu.

Ini merupakan rangkaian penembakan terbaru yang melibatkan ICE. Sejak Donald Trump kembali berkuasa, ICE menjadi wajah pemerintahan Trump dalam upaya kerasnya memberantas imigran ilegal.

Tindakan ICE berulang kali menuai kecaman publik di AS. Pengacara HAM di sana menuntut adanya akuntabilitas dari ICE terkait rangkaian penembakan yang terjadi.