Agum Gumelar: Tak Benar Kopassus Identik dengan Prabowo

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Agum Gumelar (tengah) saat Deklarasi Putra-Putri Cijantung untuk Jokowi-Ma'ruf Amin di Restoran Rumpun Bambu, Jakarta Timur, Selasa (5/2). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Agum Gumelar (tengah) saat Deklarasi Putra-Putri Cijantung untuk Jokowi-Ma'ruf Amin di Restoran Rumpun Bambu, Jakarta Timur, Selasa (5/2). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Mantan Danjen Kopassus Jenderal (Purn) TNI Agum Gumelar menghadiri deklarasi Bravo Cijantung for Jokowi di Restoran Rumpun Bambu, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (5/2). Di hadapan para relawan, Agus menegaskan deklarasi ini merupakan bukti Cijantung bukan hanya milik satu kubu.

"Deklarasi ini dimaksudkan untuk menyangkal dari kelompok-kelompok tertentu yang mendukung paslon 02, yang mengatasnamakan anak Cijantung," kata Agum di lokasi, Selasa (5/2).

"Selama ini Cijantung diidentikan dengan Kopassus. Kopassus diidentikan dengan Prabowo Subianto. Hal itu tidak benar," tegas anggota Watimpres ini.

Agum menjelaskan, perbedaan pandangan politik dalam pemilu sebenarnya merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi. Sehingga, ia berharap para relawan Bravo Cinjantung tidak menggunakan segala cara untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Kalau tidak suka ada alurnya 17 April nanti, tetapi tetap taat aturan dan norma demokrasi, tidak bisa menghalalkan segala cara. Para pendukung Jokowi, jangan menggunakan segala cara untuk memenangkan Jokowi," tegasnya.

Di samping itu Agum juga mengungkapkan kekagumannya kepada sosok Jokowi yang menurutnya merupakan sosok yang rendah hati dan tidak pernah sombong. Ia menegaskan kepada para relawan bahwa Jokowi layak untuk diberikan kesempatan kedua untuk melanjutkan pemerintahan. "Kita harus dukung kembali Pak Jokowi di periode kedua. Di mata saya Jokowi adalah pelayan masyarakat. Kita mendambakan pemimpin yang bijak dalam arti pemimpin yang punya tekad keinginan kuat melakukan perbaikan terhadap apa yang sudah dilakukan oleh pemimpin terdahulu," pungkasnya.