Ahli Bicara Dampak Jangka Panjang Limbah Cangkang Kerang bagi Manusia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

dr Ngabila Salama, MKM. Foto: Instagram/@ngabilasalama
zoom-in-whitePerbesar
dr Ngabila Salama, MKM. Foto: Instagram/@ngabilasalama

Limbah bisa berasal dari apa saja, bisa dari pabrik maupun hewani. Salah satu yang belakangan ramai disorot adalah terkait limbah cangkang kerang yang menumpuk di utara Jakarta.

Praktisi kesehatan masyarakat lulusan Universitas Indonesia dr Ngabila Salama menjelaskan, dampak kesehatan jangka pendek dan jangka panjang dari limbah cangkang kerang. Terutama jika berada di lingkungan pemukiman, pesisir, pasar, atau tempat pengolahan seafood.

Berikut selengkapnya penjelasan Ngabila, dalam keterangan tertulis, Jumat (5/12):

Dampak Kesehatan Jangka Pendek

Terjadi dalam hitungan hari–minggu ketika limbah menumpuk dan tidak dikelola.

1. Bau menyengat & gas berbahaya

Sisa daging kerang yang tertinggal bisa membusuk dan menghasilkan:

• Amonia

• Hidrogen sulfida (H₂S) → bau telur busuk, dapat menimbulkan pusing dan mual.

• Paparan ringan–sedang menyebabkan:

• sakit kepala

• iritasi mata & tenggorokan

• mual

• sesak atau rasa berat di dada

Jika konsentrasi H₂S tinggi → bisa menyebabkan kehilangan kesadaran, tapi ini jarang pada lingkungan rumah tangga.

2. Menarik vektor penyakit

Tumpukan cangkang yang masih ada sisa organik mudah menjadi sarang:

• lalat (menyebarkan diare, disentri, kolera)

• tikus (leptospirosis)

• kecoa (kontaminasi makanan)

Ini meningkatkan risiko penyakit berbasis foodborne & lingkungan kotor.

Pembuka cangkang kerang di Cilincing Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

3. Luka fisik

Cangkang yang pecah → tajam. Risiko:

• luka sayat

• infeksi kulit (selulitis)

4. Kontaminasi air sekitar

Jika limbah dibuang ke sungai/pantai:

• meningkatkan kadar BOD/ COD → air menjadi cepat busuk

• pemukim sekitar bisa mengalami iritasi kulit, diare, atau infeksi jika memakai air tercemar.

Dampak Kesehatan Jangka Panjang

Muncul dalam bulan–tahun, terutama jika limbah menjadi bagian dari polusi lingkungan kronis.

1. Lingkungan menjadi habitat vektor berulang

Populasi lalat & tikus meningkat → penyakit menular menjadi masalah kronis:

• leptospirosis

• diare berulang

• infeksi saluran pencernaan

2. Penumpukan logam berat & mikroplastik

Kerang bisa mengandung:

• merkuri

• kadmium

• timbal

• mikroplastik

Jika limbah cangkang mencemari tanah/air dalam jangka panjang, logam berat berpotensi:

• masuk rantai makanan (tanaman/air)

• menyebabkan gangguan ginjal, saraf, dan hati dalam jangka panjang

• pada ibu hamil → risiko gangguan perkembangan janin (jika paparan tinggi & kronis)

3. Radang saluran napas kronis (jika pemukiman dekat pabrik pengolahan)

Paparan jangka panjang terhadap:

• debu cangkang halus

• gas pembusukan ringan namun terus-menerus

Dapat menyebabkan:

• iritasi saluran napas

• bronkitis kronis pada kelompok rentan (lansia, anak, asma)

4. Penurunan kualitas air tanah

Jika limbah dibuang secara masif & terus-menerus:

• air sumur berubah bau

• kualitas mikrobiologis menurun

• risiko infeksi gastrointestinal meningkat terus-menerus

5. Masalah lingkungan → dampak tidak langsung ke kesehatan

• Penyumbatan saluran air → banjir lokal → penyakit kulit, leptospira

• Pantai/lingkungan kotor → menurunkan kualitas hidup masyarakat pesisir

• Pertumbuhan bakteri & alga tidak sehat di perairan → meningkatkan risiko toksin alga (berbahaya bagi nelayan dan ekosistem)

Bagaimana mengelola limbah cangkang kerang supaya aman?

Jika kamu sedang menangani isu ini di lapangan (sebagai pejabat kesehatan), ini solusi paling praktis:

1. Pisahkan & cuci cangkang

Menghilangkan sisa protein memotong 90% bau dan risiko vektor.

2. Keringkan di bawah matahari

Membunuh bakteri & mengurangi pembusukan.

3. Manfaatkan sebagai produk ekonomi

• tepung kalsium karbonat untuk pakan ternak

• bahan batako/ campuran semen

• kerajinan

• bahan pupuk kapur pertanian

Pendekatan circular economy mengurangi limbah sekaligus bermanfaat untuk UMKM.

4. Jika volume besar → perlakuan industri

• Autoclave

• Sistem pengomposan khusus limbah protein

• Penggilingan menjadi bubuk CaCO₃