Ahli di Sidang dr Bimanesh: Diagnosis Hipertensi Bisa Direkayasa

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sidang lanjutan Bimanesh Sutarjo. (Foto: Aprilandika Hendra/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Sidang lanjutan Bimanesh Sutarjo. (Foto: Aprilandika Hendra/kumparan)

Setya Novanto disebut sempat direncanakan masuk ke RS Medika Permata Hijau dengan diagnosis hipertensi berat. Namun, diagnosis tersebut akhirnya diubah dengan drama kecelakaan.

Terkait hipertensi, ahli penyakit dalam bernama Jose Roesma mengungkapkan bahwa kondisi tersebut bisa direkayasa. Hal tersebut disampaikan Jose yang dihadirkan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (18/5), sebagai saksi meringankan oleh pengacara terdakwa kasus merintangi proses penyidikan e-KTP, dr Bimanesh Sutarjo.

Menurut Jose, seseorang bisa merekayasa tekanan darahnya dengan mengonsumsi obat tertentu. "Bisa Pak makan obat saja Pak, obat amfetamin, pakai sabu-sabu atau segala macam. Bisa naik tensinya," jelasnya.

Hakim anggota Syaifudin Zuhri yang tampak terkejut lantas menanyakan kembali kepada Jose terkait obat untuk memanipulasi tekanan darah seseorang.

"Ada ya obat yang buat hipertensi jadi tinggi?" tanya Hakim Syaifudin Zuhri.

"Ya jadi misalnya ada obat batuk Pak, atau obat tetes hidung untuk membuat pembuluh darahnya menciut biar hidungnya bisa lebih lega. Itu bisa bikin hipertensi Pak," imbuh Jose.

Setya Novanto bersaksi di sidang Bimanesh Sutarjo (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Setya Novanto bersaksi di sidang Bimanesh Sutarjo (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)

Ia menerangkan manipulasi diagnosis hipertensi juga bisa diterapkan kepada seseorang yang memiliki tekanan darah rendah. Caranya, kata Jose, dengan mengonsumsi sejumlah obat secara berkala.

"Orang yang tensinya rendah kita kasih epinephrine, jadi bisa direkayasa Pak. Tapi pada umumnya harus makan terus Pak obatnya, tiap sebentar harus ditambah lagi, jadi bisa direkayasa," ucapnya.

Terkait takaran obat untuk merekayasa hipertensi, Jose menuturkan tidak ada. Sebab tingkat sensitifitas seseorang terhadap obat-obatan dapat mempengaruhi hasil rekayasa tersebut.

"Tidak ada ukuran pastinya Pak, tergantung sensitifitas yang bersangkutan apalagi kalau dia ada bakat hipertensi dikasih obat itu bisa naik tensinya," tutupnya.