Ahli Epidemiologi: Kemungkinan Besar Jakarta Sudah Capai Herd Immunity
ยทwaktu baca 2 menit

Herd immunity atau kekebalan komunal menjadi tujuan akhir dari program vaksinasi yang terus dijalankan pemerintah di masa pandemi COVID-19. Kondisi itu dapat tercapai bila suatu daerah atau wilayah tertentu dapat mencapai target vaksinasi sebanyak 70% jumlah penduduknya.
Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Masdalina Pane, mencatat hingga saat ini DKI Jakarta menjadi provinsi terbaik dalam urusan cakupan vaksinasi. Ia bahkan menduga Jakarta sudah mencapai target kekebalan komunal, mengingat angka cakupan vaksinasi telah mencapai 90%.
"Herd immunity kita itu bervariasi antar provinsi, antar kabupaten/kota. Pada wilayah-wilayah dengan cakupan vaksinasi yang tinggi seperti Jakarta sudah di atas 90% cakupan vaksinasinya, herd immunity kemungkinan besar sudah terjadi di sana," ujar Masdalina dalam diskusi FMB bertajuk 'Waspada Tangkal Varian Anyar', Kamis (4/11).
"Bahkan di bulan Maret saja hasil studi teman-teman di FKM UI itu sudah 51% sebenarnya padahal waktu itu vaksin masih rendah," sambungnya.
Tak hanya melalui vaksinasi sebanyak dua dosis, Masdalina menyebut kondisi herd immunity itu juga dapat berasal dari kasus infeksi yang natural atau alamiah muncul pada seseorang yang sebelumnya pernah terjangkit virus COVID.
Untuk urusan herd immunity itu, provinsi di Jawa-Bali masih menjadi wilayah dengan capaian vaksinasi paling baik. Ia berharap hal itu nantinya dapat juga diikuti oleh wilayah lainnya.
"Jawa-Bali menurut pandangan kami herd immunity-nya sudah cukup baik dibanding luar Jawa-Bali tetapi kita terus harus dorong agar di akhir tahun 70% vaksinasi itu bisa dicapai dan tentu saja sebaiknya ada survei serologi yang dilakukan untuk bisa mengukur herd immunity di masing-masing wilayah," jelasnya.
Meski kekebalan kelompok hampir terpenuhi di beberapa wilayah, Masdalina meminta hal itu tak jadi patokan bagi masyarakat. Potensi penularan tetap dapat terjadi pada siapa pun, meski dia tinggal di wilayah yang sudah terproteksi dengan vaksin.
"Kita tidak boleh hanya fokus pada herd immunity karena sekalipun herd immunity-nya sudah tinggi, vaksinasinya juga sudah cukup baik, tetapi pasti memungkinkan kita untuk tetap terinfeksi walaupun mungkin kondisinya tidak berat ataupun kritis," kata Masdalina.
"Yang harus kita jaga adalah kelompok-kelompok risiko tinggi yang walaupun sudah divaksin tapi kalau dia terinfeksi juga cukup berat bagi tubuhnya untuk bisa melawan virus tersebut," tutupnya.
