Ahli Gizi: Waspadai Penderita Obesitas yang Idap Silent Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Obesitas. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Obesitas. Foto: Shutterstock

Associate Professor Departemen Ilmu Kedokteran Dasar Fakultas Kedokteran Unpad, dr. Gaga Irawan Nugraha, mengatakan penderita obesitas harus diwaspadai di tengah pandemi virus corona. Sebab, penderita obesitas bisa saja mengidap silent corona.

"Sebetulnya sama saja yang obesitas dan yang tidak. Namun yang sekarang beberapa kali kejadian itu, termasuk teman sejawat saya juga kena, termasuk mahasiswa saya di Unpad, itu ternyata kalau kita perhatikan obesitas juga," kata dr. Gaga dalam webinar, Selasa (29/9).

dr. Gaga menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan gejala virus corona antara penderita obesitas dan yang tidak. Namun yang harus menjadi perhatian adalah saturasi oksigen yang tiba-tiba rendah.

embed from external kumparan

"Yang sekarang menarik itu tidak ada batuk, tidak ada sesak, tetapi ketika diukur saturasi oksigennya itu rendah mendekati 90-92. Jadi ini silent begitu. Itu yang harus diwaspadai. Kalau yang lain mungkin sama, mungkin ada demam, mungkin ada sakit badan, sesak, yang lain biasa," jelasnya.

Bahkan dalam beberapa kasus yang dialami oleh rekannya, mereka sama sekali tidak merasa sesak. Namun batuk ketika menarik napas dalam. Hal ini, menurut dr. Gaga, yang harus benar-benar diwaspadai masyarakat.

"Jadi yang harus diwaspadai adalah yang silent itu. Jadi tidak jelas sesaknya, bisa diukur dengan oxymeter, ternyata saturasi oksigennya turun, kemudian yang lain sama saja. Bahkan kemarin salah satu teman sejawat itu dia sesaknya tidak sesak, tapi kalau menarik napas dalam, batuk. Jadi juga harus diwaspadai," pungkasnya.