News
·
16 Juli 2020 16:29

Ahli Wabah ke Jokowi: Puncak Corona September? Juli Aja Masih Ngegas Tipis-tipis

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ahli Wabah ke Jokowi: Puncak Corona September? Juli Aja Masih Ngegas Tipis-tipis (19809)
Presiden Joko Widodo mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-36 ASEAN melalui telekonferensi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/6). Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev
Presiden Jokowi baru-baru ini menyampaikan perkiraan puncak wabah virus corona terjadi pada Agustus atau September 2020.
ADVERTISEMENT
Jokowi memang tak merinci asal penelitian yang memperkirakan puncak wabah corona tersebut. Namun, pernyataan Jokowi dikritik oleh pakar epidemiologi Dr. Tifauzia Tyassuma, karena bulan Juli saja perkembangan kasus corona di Indonesia masih 'ngegas tipis'.
"Berdasarkan analisis yang kami lakukan, saat ini Indonesia ketika sudah sejak Maret itu baru pemanasan aja. Corona baru ngegas tipis-tipis, paling kecepatannya baru 10 km per jam," kata Tifauzia dalam Sarasehan Kebangsaan secara virtual yang digelar Pergerakan Indonesia Maju, Kamis (16/7).
Ahli Wabah ke Jokowi: Puncak Corona September? Juli Aja Masih Ngegas Tipis-tipis (19810)
Siswi kelas VII SMPN 1 Kota Jambi mengenakan masker dan pelindung wajah sebelum memasuki kelas pada hari pertama sekolah Tahun Pelajaran 2020/2021 di Jambi. Foto: Wahdi Septiawan/ANTARA FOTO
Tifauzia pun mempertanyakan sumber penelitian dan analisis yang menjadi acuan Jokowi menyebut perkiraan puncak wabah virus corona jatuh pada Agustus atau September ini.
"Saya mesti bertanya ke Pak Jokowi dari mana grafik puncak September? Saya enggak tahu beliau dapat masukan dari mana. Juli aja baru ngegas tipis-tipis," ucap dia.
ADVERTISEMENT
Ia juga memberikan masukan kepada pemerintah untuk terus menggencarkan sosialisasi dan pengetahuan tentang bahaya virus corona ke 270 juta penduduk Indonesia. Karena, upaya ini akan sia-sia jika hanya pemerintah saja yang bekerja.
Bahkan, Tifauzia menilai saat ini pemerintah belum banyak melibatkan masyarakat dalam memungkinkan mengambil peran dalam menyelamatkan semua masyarakat dari COVID-19.
"Rakyat masih jadi objek, penonton, pemirsa dan mereka tak dibekali pengetahuan yang cukup, yang memungkinkan mereka mengambil peran untuk berupaya menyelamatkan seluruh umat manusia. Ini jadi titik penting yang harus dilakukan bersama," tutupnya.
Ahli Wabah ke Jokowi: Puncak Corona September? Juli Aja Masih Ngegas Tipis-tipis (19811)
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat meninjau lumbung pangan nasional di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jokowi sebelumnya berbicara soal perkiraan puncak wabah virus corona. Ia menyebut puncak COVID-19 bisa terjadi sekitar Agustus atau September tahun ini.
ADVERTISEMENT
"Kalau melihat angka-angka, memang nanti perkiraan puncaknya ada di Agustus atau September, perkiraan terakhir," ujar Jokowi saat berbincang dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (13/7).
"Tapi, kalau kita tidak melakukan sesuatu, yang bisa angkanya berbeda," lanjut dia.
=====
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona