Ahli Wabah UI Analisis Tak Ada Lonjakan Tajam COVID-19 meski 85 Juta Orang Mudik

8 April 2022 13:32 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Warga yang menggunakan masker melintasi mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus Corona di kawasan Tebet, Jakarta. Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Warga yang menggunakan masker melintasi mural yang berisi pesan waspada penyebaran virus Corona di kawasan Tebet, Jakarta. Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS
ADVERTISEMENT
Pemerintah memperkirakan jumlah masyarakayt yang mudik tahun 2022 ini akan mencapai 85 juta orang. Meskipun jumlah pemudik sangat besar, Ahli Epidemiologi UI, Prof Iwan Ariawan, menganalisis, tidak ada lonjakan besar pasca mudik Lebaran.
ADVERTISEMENT
“Jadi kalau prokesnya dijalankan, kita duga dan kita berharap memang tidak akan ada kenaikan yang berarti ya, pasca mudik itu,” jelas Iwan kepada kumparan, Jumat (8/4)
Meskipun demikian, masih ada kemungkinan pertambahan kasus dalam skala yang kecil. Iwan juga menjelaskan bahwa tingkat keparahan dan kematian diprediksi tidak ada lonjakan besar.
“Pertambahan kasus sih mungkin, tapi tingkat keparahan maupun kematian itu juga tidak ada lonjakan besar. Karena kita sudah lihat bahwa cakupan vaksinasinya sudah tinggi gitu ya, di daerah asal dan tujuan mudik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Iwan mengimbau pemudik untuk segera melaksanakan vaksinasi, terutama booster sebelum melaksanakan mudik agar antibodi dalam tubuh dapat terbentuk dan efektif melawan virus.
“Segera vaksinasi yang sudah bisa vaksin booster, kalau masih belum lengkap segera lengkapi vaksinasinya. Sebelum berangkat mudik, secepatnya ya, karena butuh waktu untuk timbulnya antibodi. Jadi jangan besoknya mau mudik baru sekarang vaksin gitu,” tutur Iwan.
ADVERTISEMENT
Meskipun tahun ini pemerintah sudah mengizinkan adanya pelaksanaan mudik Lebaran, masyarakat harus tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan apapun moda transportasi yang digunakan ketika mudik.
“Kemudian di dalam perjalanan, protokol kesehatannya harus tetap dilakukan apa pun moda transportasinya nanti, ya,” kata Iwan.
Reporter: Devi Pattricia