Ahli Wabah Ungkap Tanda Endemi COVID-19 Sudah Dekat: Muncul Varian Nggak Nakutin

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Epidemiolog Unair Windhu Purnomo. Foto:  Dok: Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Epidemiolog Unair Windhu Purnomo. Foto: Dok: Pribadi

Ahli epidemiologi dari Universitas Airlangga Surabaya, Dr. Windhu Purnomo, menegaskan proses pandemi COVID-19 jadi endemi. Sebab, virusnya masih bermutasi dengan menghasilkan varian baru yang berpotensi mengancam dan menghambat kondisi situasi menuju endemi.

Dr. Windhu mengatakan untuk saat ini belum dapat dikatakan endemi meskipun tren kasusnya sudah turun. Saat ini Indonesia masih masa transisi dengan harapan pemerintah sudah mempersiapkan untuk transisi menuju endemi.

“Nanti ada varian baru tapi yang tidak cepat menular atau tidak nakutin. Nah itu kan kita jadi tahu toh itu sudah dekat endemi,” ungkapnya saat dihubungi, Jumat (4/3).

Nah, saat ini varian Omicron memang masih mendominasi. Varian yang lebih cepat menular dari Delta, tapi tidak menimbulkan keparahan.

Ia menjelaskan, endemi COVID-19 merupakan sebuah kondisi wabah sudah dalam situasi yang rendah dan stabil dalam waktu yang panjang. Sehingga keadaan saat ini masih merupakan masa transisi.

Salah satu kuncinya adalah vaksinasi. Hal ini untuk mempercepat pemutusan penularan.

“Vaksinasi harus dikejar dan makanya komunikasi publik harus selalu di dilakukan," tuturnya.

embed from external kumparan

Reporter: Rachel Koinonia