Ahok: Kapal Laut di Jakarta Mirip Metromini dan Kopaja

Gubernur nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) turut berkomentar soal terbakarnya Kapal Zahro Express yang menewaskan 23 orang. Menurut Ahok, angkutan kapal di Jakarta tak ubahnya seperti metromini.
"Ini kasus seperti kopami, metromini, kopaja. Kapal itu milik perorangan. Kalau kita tambah kapal yang baik, mereka akan bangkrut, kasian. Tapi dibiarkan juga mereka nggak mampu memenuhi standar," kata Ahok saat blusukan di Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, (2/1).
Ahok mengatakan angkutan laut seperti Zahro Express mengabaikan keselamatan penumpang. Selain pelampung yang tak memadai, ada juga kapal yang tak memiliki radio komunikasi.
"Kapalnya memang udah nggak standar menurut saya, karena udah beberapa kali kejadian. Penumpang kepenuhan, overload, nggak ada pelampung, nggak ada standar, nggak ada radio. Tadi yang ini (Zahro Express) saya nggak tahu akibatnya, konsleting katanya," beber Ahok.
Karena itu Ahok ingin menerapkan perbaikan pada kapal laut, seperti TransJakarta. Pemprov membelil banyak bus TransJ agar secara perlahan penumpang mau beralih dari metromini atau kopaja.
Sistem penggajian petugasnya juga diterapkan bukan berdasarkan jumlah penumpang. "TransJakarta akan kita bayar rupiah per kilometer, kalau kapal laut dibayar rupiah per mil," kata Ahok.
"Jadi (kapal milik) swasta kalau masuk kita bayar. Mereka kita paksa membangun standar kapal seperti yang kami mau, dia ngutang bank. Bank DKI Jakarta pinjemin, kita bayarnya rupiah per mil. Ada atau tidak ada penumpang, kami bayar," imbuhnya.
Solusi lainnya, Ahok juga ingin meningkatkan angkutan Kapal Motor Sabuk Nusantara sebagai sarana angkutan logistik dari daratan Jakarta menuju Kepulauan Seribu.
