Ahok: Warga DKI Bisa Nonton Film India dan Indonesia di Bioskop Pasar

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ahok nonton bioskop di Kota Kasablanka. (Foto: Nikolaus Harbowo/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ahok nonton bioskop di Kota Kasablanka. (Foto: Nikolaus Harbowo/kumparan)

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan mulai membangun bioskop di sejumlah pasar yang dikelola PD Pasar Jaya tahun ini. Film Indonesia dan India menjadi menu utama bioskop rakyat tersebut.

"Kami punya target harganya Rp 10.000 atau di bawah Rp 10.000. Kalau ini kan orang berat nontonnya. Kalau di bawah Rp 10.000 pasti penonton lebih banyak," kata Ahok seusai nonton bioskop di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (1/4).

Baca juga: Ahok Ingin Bangun Bioskop di Seluruh Pasar Jaya DKI

Desain bioskop rakyat diakuinya telah selesai dirancang. Ahok merencanakan bioskop dibangun di lantai 3 atau lantai 4 pasar. Meski memungut biaya murah, AC menjadi fasilitas wajib di seuruh bioskop.

Akan tetapi fasilitas bioskop tidak akan semewah bioskop milik swasta, contohnya XXI. "Ya enggak semewah pakai karpet ini lah, nanti pakai karpet lah," jelasnya.

Dirinya mengungkapkan akan menggandeng perusahaan film untuk merealisasikan bisokop rakyat. Tetapi hingga kini Ahok mengakui belum menetapkan pasar pertama yang akan dilengkapi dengan bioskop rakyat.

"Saya enggak tahu di pasar Kramat Jati atau di Pulo Gebang. Sedang diurus oleh PD Pasar Jaya, sudah ada ruangannya tinggal kami pasang saja," kata dia.

Ahok berharap dengan adanya bioskop rakyat dapat ikut memajukan film Indonesia. Seperti jangka waktu pemutaran di bioskop menjadi lebih lama. Tidak seperti masa pemutaran di bioskop swasta.

Baca juga: Ahok Nonton "Trinity, The Nekad Traveler" Bareng Gracia Indri

"Nah kalau kita punya bioskop sendiri, ya di Pasar Jaya itu membuat perputaran film lebih panjang dan lebih lama. Harapan kami kaya gitu," ujar Ahok.