AHY: 5,3 Km Garis Pantai Kuta-Seminyak Alami Abrasi, Ancam Warga Pesisir-Wisata

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (8/10/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (8/10/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, 5,3 kilometer garis pantai sepanjang Pantai Kuta hingga Pantai Seminyak di Bali mengalami abrasi.

Berdasarkan catatannya, sejak tahun 1980-an, garis pantai menyusut 15-20 meter akibat abrasi. Sehingga hal ini mengurangi luas daratan dan mengancam masyarakat.

"Ada kurang lebih 5,3 kilometer garis pantai yang sudah mengalami abrasi," katanya di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Senin (13/10).

"Kita juga tahu sepanjang Pantai Kuta ini banyak sekali destinasi pariwisata, banyak hotel, restoran, termasuk mal, yang juga makin hari makin terancam akibat mundurnya garis pantai, akibat abrasi tadi." sambung politikus Demokrat ini.

Bangun Pemecah Ombak atau Breakwater

Ilustrasi batu pemecah ombak. Foto: ANTARAFOTO/Syifa Yulinnas

Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan โ€” yang mengkoordinasikan sejumlah kementerian termasuk KementerianPU โ€” melakukan sejumlah upaya revitalisasi kawasan pantai.

Upaya itu adalah membangun sekitar 5 breakwater atau pemecah ombak dengan panjang 110 di sepanjang Pantai Kuta, Pantai Legian, dan Pantai Seminyak dan menambah pasir atau sand nourishment sekitar 610.000 meter kubik.

"Lokasi yang saat ini sedang terus dikerjakan, sebuah proyek breakwater sekaligus merevitalisasi bibir pantai di sepanjang Kuta, kemudian Legian, sampai dengan Seminyak," katanya.

Sejumlah wisatawan membawa papan selancar berjalan menuju ke tengah laut saat berlibur di Pantai Kuta, Badung, Bali, Senin (25/9/2023). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/Antara Foto

Nilai proyek breakwater ini sebesar Rp 260 miliar rupiah oleh dari Japan International Cooperation Agency (JICA), dengan skema pinjaman luar negeri. Proses pengerjaan proyek breakwater ini sudah berjalan 18 persen. Sumber pasir untuk proyek ini dari kawasan Jimbaran, Bali.

AHY berharap proses revitalisasi ini dapat melindungi masyarakat, terutama kawasan wisata di sekitar Kabupaten Badung, yang merupakan pusat destinasi wisata Bali dari abrasi.

"Ini adalah bagian dari pembangunan infrastruktur untuk melestarikan alam. Dan bukan hanya melindungi alam kita, lingkungan kita, sehingga tidak terus tergerus oleh ombak dari laut, yang juga bisa mengancam masyarakat yang ada di sepanjang pantai,"

"Kita juga tahu sepanjang pantai Kuta ini banyak sekali destinasi pariwisata, banyak hotel, restoran, termasuk mal, yang juga makin hari makin terancam akibat mundurnya garis pantai, akibat abrasi tadi," sambungnya.