AHY Bicara Darurat Sampah: Potensi WtE, Perlu Teknologi dan Kesadaran Warga
ยทwaktu baca 2 menit

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono menyebut kita sedang dalam kondisi darurat sampah dan perlu intervensi teknologi dan kesadaran warga dalam mengatasinya. Hal ini disampaikan AHY dalam acara kumparan Green Initiative Conference 2025, Kamis (18/8).
AHY juga menegaskan krisis sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi setiap warga perlu sadar akan pentingnya mengatasi masalah sampah.
"Bicara krisis sampah. Di kota-kota besar, itu produksi sampah 1.000 ton per hari. Jakarta sendiri kurang lebih 7.000 ton per hari. Pertanyaannya, ketika sampah sudah menggunung, bagaimana kita bisa menguranginya? Perlu intervensi teknologi, perlu ada policy yang tepat, perlu ada kesadaran warga, bukan hanya urusan pemerintah, bukan hanya urusan 1-2 kalangan, tapi urusan setiap warga negara," tegas AHY.
Potensi Sampah Jadi Energi
Sampah memiliki potensi sebagai energi terbarukan dengan teknologi Waste to Energy (WTE), proses mengubah sampah jadi energi. Menurut AHY, potensi ini bisa direalisasikan jika masyarakat bisa memahami pentingnya teknologi.
"Sampah harus bisa kita kurangi dan bahkan ada peluang untuk mengubah, mengkonversinya menjadi energi yang baru dan terbarukan. Saya rasa ini semua yang bisa kita bicarakan dalam membahas energi di masa depan," tutur AHY.
"Saya rasa kita semua sudah sangat memahami teknologi yang mendisrupsi berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Seringkali bisnis model juga harus melakukan adaptasi," sambungnya.
AHY juga menjelaskan bahwa perkembangan teknologi di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence) bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
"Artificial intelligence, robotik, dan semua yang membuat kita semakin maju, di sisi lain juga punya dampak negatif. Pekerjaan ada yang hilang. Pertanyaannya bukan kemudian apakah teknologi itu bisa kita hentikan, karena tidak mungkin teknologi bisa kita cegah dan hentikan," jelas AHY.
"Kita tidak boleh kemudian menjadi korban. Dan di situlah pentingnya kita selalu upgrade kapasitas sumber daya manusia kita. Skills-nya ditambah, diperbaharui. Akhirnya juga bisa tetap relevan dan punya pekerjaan yang membuatnya juga punya kesejahteraan yang baik," sambungnya.
