AHY Bicara Pentingnya Pembangunan Trans Papua: Arteri Utama, Harus Dituntaskan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bertemu dengan para Gubernur Papua di kantor Kemenko IPK, Jakarta, Kamis (23/10/2025).  Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bertemu dengan para Gubernur Papua di kantor Kemenko IPK, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bertemu dengan 5 gubernur Papua pada Kamis (23/10). Mereka membahas perkembangan pembangunan Trans Papua.

Trans Papua merupakan jaringan jalan nasional yang dirancang menghubungkan seluruh provinsi di Papua, membentang dari Sorong di Papua Barat Daya hingga Merauke di Papua Selatan.

Infrastruktur ini dinilai krusial untuk mempercepat konektivitas dan pemerataan pembangunan di provinsi paling timur Indonesia itu.

Warga membantu pengemudi mobil saat melintasi ruas jalan Trans Papua yang rusak di Kecamatan Eligobel, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Senin (7/7/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

AHY menegaskan, Trans Papua merupakan infrastruktur primer yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum membangun infrastruktur sekunder.

“Kalau dianalogikan, dalam tubuh kita ada arteri, arteri utama yang harus dituntaskan terlebih dahulu. Karena arterinya harus ada dulu, baru setelah itu kita bisa menghubungkan dengan ruas-ruas yang lebih, yang sifatnya sekunder,” kata AHY di Kantor Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Kewilayahan.

Ia menambahkan, banyak wilayah di Papua yang masih terisolir sehingga pembangunan jalan menjadi sangat menentukan pertumbuhan ekonomi dan pengurangan ketimpangan antar daerah.

“Pertumbuhan itu sangat ditentukan oleh seberapa baik akses yang bisa masuk ke sebuah daerah. Ketimpangan juga begitu, ketimpangan antar-daerah terjadi karena akses yang berbeda,” ujar AHY.

Wamena-Mumugu 284,3 km telah tersambung. Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA

Saat disinggung soal target rampungnya Trans Papua, AHY enggan merinci lebih jauh. Namun, ia memastikan pihaknya sudah memiliki timeline pembangunan dan akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan, yang bertanggung jawab secara teknis di lapangan.

“Saya tentunya akan secara khusus nanti mengundang Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk juga Kementerian Perhubungan, karena yang bekerja secara teknis di lapangan, yang berada di depan adalah dua kementerian tersebut,” jelasnya.

“Mudah-mudahan tahun-tahun ke depan ini kita semakin settle dan semakin efektif lagi dalam menghadirkan kebijakan dan solusi yang lebih bermanfaat,” lanjut AHY.

Sejumlah kendaraan melintasi ruas jalan Trans Papua yang rusak di Kecamatan Eligobel, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Senin (7/7/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Sekilas Trans Papua

Panjang Trans Papua diperkirakan sekitar 4.300 Km, menghubungkan 13 kabupaten/kota di Papua.

Trans Papua diharapkan meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat distribusi logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan yang selama ini terisolir.

Selain membangun jalan utama, pemerintah merencanakan pembangunan jembatan, jembatan gantung, dan akses transportasi sekunder untuk menghubungkan desa-desa terpencil.