AHY: Kritis ke Pemerintah Sering Dianggap Perlawanan, Bahkan Tak Merah Putih

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan keterangan terkait Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang dinilai ilegal di Jakarta. Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan keterangan terkait Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang dinilai ilegal di Jakarta. Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut sikap kritis partainya kepada pemerintah sering disalahartikan oleh pihak tertentu. Padahal, kata dia, Demokrat ingin agar pemerintah sukses menjalankan tugasnya.

AHY mengatakan tak jarang sikap kritis Demokrat pemerintah sering dianggap sebagai bentuk perlawanan. Bahkan, tidak memiliki jiwa Merah Putih.

"Pandangan dan masukan kritis dianggap sebagai bentuk serangan atau gangguan atau kepentingan politik tertentu. Lebih menyakitkan jika setiap masukan dan pandangan yang berbeda dianggap sebagai bentuk perlawanan, dianggap tidak merah putih," kata AHY dalam peringatan HUT CSIS, Senin (23/8).

Menurut AHY, seseorang yang tak cintai tanah air justru mereka yang tak peduli dengan adanya kekeliruan yang dilakukan oleh pemerintah.

"Menurut kami yang tidak merah putih adalah mereka yang hanya berdiam diri ketika tahu ada yang keliru di negeri ini atau mereka yang hanya berdiam diri menunggu pemimpinnya berbuat salah dan negaranya gagal,"

- AHY.

Putra sulung Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono ini yakin masyarakat pun memiliki alasan yang sama untuk memberikan kritik kepada pemerintah. Dia berharap agar pemerintah juga mendengar suara hati masyarakat.

"Jika memang suara parpol dianggap mengandung agenda kepentingan politik tertentu, maka kami berharap para pemimpin dan pemerintah sudi mendengar langsung suara hati rakyat di akar rumput," ujarnya.

AHY berpandangan sangat wajar di tengah kondisi yang serba sulit masyarakat menyampaikan ekspresinya kepada pemerintah. Karena itu, ia meminta pemerintah terus membenahi diri.

"Oleh karenanya semoga para pemimpin dan para wakil rakyat bisa berbesar hati untuk terus melakukan evaluasi karna faktanya memang masih cukup banyak yang perlu dibenahi, diperbaiki dan ditingkatkan," tutup AHY.