AHY Kritisi Syarat Presidential Threshold: Apakah 20 Persen Sudah Paling Tepat?
·waktu baca 2 menit

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bicara mengenai presidential threshold 20 persen dalam pemilu 2024 mendatang. Menurutnya, besaran presidential threshold masih dapat dikaji kembali di parlemen.
"Kalau ada perubahan-perubahan yang mendasar, saya juga ingin terus menyemangati teman-teman di Fraksi Demokrat agar terlibat, jangan sampai melihat contohnya bicara UU Pemilu, presidential threshold 20 persen apakah sudah yang paling tepat?," kata AHY dalam peringatan HUT CSIS, Senin (23/8).
Selain itu, kata dia, keputusan pemilu serentak 2024 dikhawatirkan akan membuat anggaran negara tak efisien. Lalu, kata dia, kualitas juga dikhawatirkan akan terdampak.
"Bicara keserentakan pemilu, pilkada semua jadi satu. Apakah itu efisien atau justru dihitung secara teliti lagi, secara anggaran tidak lebih efisien, tapi secara kualitas demokrasi habis-habisan sangat terdampak," kata putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ini.
Jika pemilu serentak diadakan, AHY khawatir masyarakat hanya fokus pada perhelatan pilpres saja. Selain itu, bagi partai yang tak memiliki calon, juga tak memiliki keuntungan elektoral.
"Kalau dilakukan secara bersamaan yang dipikirkan, diingat pilpresnya saja dan itu sesuatu yang wajar. Bagi mereka yang tidak punya calon tidak punya kandidat dalam kontestasi pilpres itu tidak mendapatkan keuntungan elektoral atau coat tail effect yang selalu kita bicara selama ini," kata dia.
Padahal, kata dia, setiap parpol memiliki hak untuk menampilkan kader terbaik dalam pileg sebagai wakil rakyat.
"Karena yang dipikirkan bukan pemilu legislatif pastinya, padahal partai politik punya hak menampilkan visi misi dan juga kader-kader terbaiknya sebagai calon wakil rakyat dalam pemilihan legislatif," tutup dia.
