AHY soal Polemik Posisi PDIP: Kritik Oposisi Harus Konstruktif

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan arahan saat Retreat Partai Demokrat, Rabu (9/7). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan arahan saat Retreat Partai Demokrat, Rabu (9/7). Foto: Dok. Istimewa

Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai perbedaan sikap politik dalam demokrasi merupakan hal yang wajar. Namun, ia mengingatkan agar kritik yang disampaikan kepada pemerintah tetap bersifat konstruktif dan tidak memecah belah bangsa.

Hal itu disampaikan AHY saat merespons pertanyaan mengenai dinamika politik nasional, termasuk perdebatan mengenai posisi PDIP yang abu-abu terhadap pemerintahan.

AHY mengatakan Demokrat memiliki pengalaman berada di dalam maupun di luar pemerintahan. Karena itu, ia memahami tantangan yang dihadapi partai pendukung pemerintah maupun oposisi.

"Demokrat juga tentu punya kepentingan, punya tujuan, dan kami juga pernah di oposisi, kami pernah menjadi the ruling party, sehingga bisa dikatakan Demokrat itu punya kelengkapan dalam pengalaman dan track record," kata AHY di Gedung DPR, Senayan, Senin (22/6).

"Kami syukuri semua itu. Tentu masing-masing dengan konsekuensi dengan tantangan yang berbeda-beda. Bagaimana menjadi the ruling party harus menjaga betul pemerintahan yang sukses agar ia bisa men-deliver semua janji selama kampanye misalnya, kemudian juga program-program yang memang menjadi prioritas bagi rakyat dan lain-lain," lanjutnya.

Ia menjelaskan, ketika menjadi bagian dari pemerintahan, partai politik memiliki tanggung jawab mengawal keberhasilan program-program yang telah dijanjikan kepada masyarakat. Sementara ketika menjadi oposisi, partai harus memberikan kritik yang konstruktif.

"Ketika jadi oposisi tentu punya kepentingan memberikan pandangan-pandangan, bahkan kritik, tapi ya tentunya harus konstruktif, harus juga dengan solusi, tidak boleh kemudian memecah belah bangsa, tidak boleh juga mendiskreditkan seolah-olah semuanya salah," kata Menko Infrastruktur itu.

"Tapi ketika ada sesuatu yang memang ada benarnya dan itu merupakan aspirasi masyarakat, pemerintah juga mendengar, pemerintah juga harus mau melakukan evaluasi dan lain sebagainya," jelas AHY.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan sambutan pembuka di acara Proklamasi Democracy Forum di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (4/5/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

AHY mengatakan demokrasi akan tumbuh semakin sehat apabila mekanisme checks and balances berjalan dengan baik.

"Jadi saya melihat demokrasi kita akan tumbuh dan sehat termasuk semakin matang jika ya hadirlah spirit seperti itu. Checks and balances ini juga diniscayakan dalam sebuah demokrasi apa pun pilihan politiknya ataupun pilihan rezim kepemiluannya. ," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan Demokrat saat ini berada dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan berkomitmen mengawal berbagai program agar memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Demokrat hari ini bersama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, tentu kami ingin terus mengawal, memastikan agar program-program dan kebijakan-kebijakan itu benar-benar untuk rakyat. Ekonomi tumbuh tapi berkeadilan, dan agenda-agenda besar lainnya," pungkas AHY.