AHY Sorot Masalah Tata Ruang hingga Macet di Bali

13 Oktober 2025 14:56 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
AHY Sorot Masalah Tata Ruang hingga Macet di Bali
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti masalah tata ruang, kemacetan, dan sampah di Bali.
kumparanNEWS
AHY mengunjungi Ekowisata Mangrove Batu Lumbang di Kota Denpasar, Bali, Senin (13/10/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
AHY mengunjungi Ekowisata Mangrove Batu Lumbang di Kota Denpasar, Bali, Senin (13/10/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
ADVERTISEMENT
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyoroti masalah tata ruang, kemacetan, dan sampah di Bali. Ia berharap tak ada eksploitasi alam saat aktivitas pariwisata berkembang pesat.
ADVERTISEMENT
“Semakin banyak (akomodasi) pariwisata, semakin banyak wisatawan domestik maupun mancanegara akan menghadirkan ekonomi. Tapi pada saat yang sama, kita juga tidak boleh membiarkan terjadi eksploitasi terhadap Bali atas nama pariwisata, kemudian justru akan mengakibatkan banyak permasalahan,” kata AHY saat mengunjungi Ekowisata Mangrove Batu Lumbang di Kota Denpasar, Bali, Senin (13/10).
Menurutnya, banjir memang tidak bisa dihindari apabila pengelolaan tata ruang salah. Banjir yang melanda Bali pada Rabu (10/9) lalu bahkan menelan 18 korban jiwa. Ia berharap Pemerintah Provinsi Bali mulai melakukan perbaikan tata ruang.
“Sudah pasti terjadi kerugian material dan kerusakan infrastruktur, tapi juga tidak jarang mengakibatkan korban jiwa. Tentu itu tidak boleh kita biarkan. Karena itu harus dibuat dengan sungguh-sungguh berdasarkan riset yang melibatkan berbagai pakar,” sambungnya.
AHY mengunjungi Ekowisata Mangrove Batu Lumbang di Kota Denpasar, Bali, Senin (13/10/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Dalam aspek kemacetan, menurutnya, hal ini akan membuat wisatawan dan masyarakat setempat tidak nyaman. Pemerintah Provinsi Bali perlu mencari solusi kemacetan agar pariwisata berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
“Di satu sisi kita ingin menarik lebih banyak turis, termasuk untuk menikmati ekowisata di Bali. Tapi kalau sudah berlebihan, terjadi kemacetan, kepadatan yang membuat tidak nyaman. Jadi ini juga masalah utama yang perlu kita carikan solusinya, termasuk dari aspek infrastruktur dasar,” katanya.
AHY mengaku saat menginjakkan kaki di Bali, ia masih melihat sampah di beberapa tempat. Menurutnya, ini memberikan kesan tidak baik bagi wisatawan dan masyarakat.
“Terkait dengan kebersihan dan kenyamanan, begitu datang kita disuguhkan sesuatu yang kurang baik, misalnya bau sampah atau ada kotoran di sana-sini dalam arti tidak tertangani. Ini yang akan mengganggu dan memberikan kesan yang kurang baik,” katanya.
AHY sependapat dengan kebijakan yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Bali, yakni pengelolaan sampah berbasis sumber, baik di tingkat rumah tangga maupun industri. Ia berharap Pemerintah Provinsi Bali meningkatkan kesadaran masyarakat agar bertanggung jawab mengelola sampah.
ADVERTISEMENT
“Oleh karena itu, mari kita bangun public awareness. Kalau bukan kita, siapa lagi? Agar benar-benar bisa kita kikis sampah-sampah tersebut dan bahkan bisa kita konversi menjadi energi baru dan terbarukan. Itu solusi, dan kita harus duduk bersama dan mengawalnya bersama-sama,” katanya.