AHY Soroti 3.500 Desa Belum Dapat Sinyal Internet Kuat: Masih Blank Spot

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siswa SMPN Plandaan mencari sinyal jaringan internet di Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (4/8). Foto: Syaiful Arif/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Siswa SMPN Plandaan mencari sinyal jaringan internet di Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (4/8). Foto: Syaiful Arif/ANTARA FOTO

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut, lebih dari 3.500 desa di Indonesia masih mengalami blank spot atau belum memiliki sinyal yang kuat. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan infrastruktur digital di Indonesia.

AHY mengatakan, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan ekonomi digital. Namun, pemerataan akses internet masih perlu mendapat perhatian, mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dengan wilayah yang luas.

“Hampir 82% masyarakat Indonesia itu adalah pengguna aktif internet. Saya rasa internet sudah sampai ke pelosok negeri, walaupun ada nanti Pak Wamen Komdigi lebih teliti atau lebih lebih detail, tapi setahu saya lebih dari 3.500 desa itu masih blank spot atau tidak memiliki sinyal yang kuat,” kata AHY dalam sambutannya di acara Digital Infrastructure Summit 2026 di Ballroom Thamrin Nine, Jakarta, Senin (12/10).

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dalam acara Digital Infrastructure Summit 2026 di Ballroom Thamrin Nine, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

AHY menilai pengembangan ekonomi digital perlu didukung konektivitas yang memadai agar manfaat perkembangan teknologi dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah. Karena itu, pemerataan infrastruktur digital masih menjadi tantangan pembangunan nasional.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur fisik dan digital secara terintegrasi. Menurutnya, pengembangan konektivitas digital perlu didukung infrastruktur fisik yang memadai.

“Karena pada akhirnya, setelah kita memastikan ingin menghadirkan misalnya broadband yang kuat dan internet connection yang reliable, itu dibutuhkan dukungan infrastruktur fisik,” ujar AHY.

AHY menjelaskan, infrastruktur fisik tetap dibutuhkan untuk menunjang aktivitas masyarakat, termasuk distribusi barang dan jasa. Infrastruktur tersebut mencakup jalan, jembatan, pelabuhan, serta transportasi darat, laut, dan udara.

“Kita butuh ini semuanya, jalan, jembatan, pelabuhan, armada transportasi di laut, di udara, dan semua yang kita anggap bisa mengurangi waktu tempuh dan biaya mobilitas manusia, barang, dan jasa,” ungkap AHY.

AHY menuturkan, pembangunan infrastruktur digital juga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah perlu bekerja sama dengan sektor swasta, akademisi, komunitas, dan media untuk mendukung pengembangan ekosistem digital di Indonesia.

“Dan tentunya ini tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, harus ada kolaborasi antara pemerintah dengan sektor swasta, akademisi, komunitas, dan media,” tutup AHY.