AHY Ungkap Konsep Giant Sea Wall: Dikombinasikan dengan Hutan Mangrove

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat berbicara dalam sesi EAEU-ASEAN pada rangkaian St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 di St. Petersburg, Rusia, Kamis (4/6/2026). Foto: Kemenko Infra
zoom-in-whitePerbesar
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat berbicara dalam sesi EAEU-ASEAN pada rangkaian St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 di St. Petersburg, Rusia, Kamis (4/6/2026). Foto: Kemenko Infra

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di Pantai Utara (Pantura) Jawa akan dikombinasikan dengan penanaman hutan mangrove.

“Pendekatannya memang tidak hanya membangun tanggul pantai atau tanggul laut yang sifatnya keras, tetapi juga kombinasi dengan yang sifatnya lebih natural, misalnya dengan mangrove. Di sana-sini kita akan kombinasikan itu sehingga selain menekan biaya, tapi juga justru lebih baik dan lebih sustainable,” kata AHY di gedung DPR, Senayan, (22/6).

Menurut AHY, pembangunan giant sea wall menjadi kebutuhan mendesak mengingat dua ancaman yang kian serius di kawasan Pantura, yakni kenaikan permukaan air laut akibat pemanasan global dan penurunan permukaan tanah yang terjadi di sejumlah wilayah pesisir.

“Ada urgensi di sini ketika kita melihat fenomena alam, terjadinya peningkatan permukaan air laut akibat global warming dan juga penurunan permukaan tanah. Dan kita harus proteksi Pantura Jawa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proyek ini bukan sekadar membangun tanggul, melainkan juga dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Pantura secara keseluruhan.

Pembangunan Tanggul Laut (Giant Sea Wall) Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Pemerintah menyiapkan konsep land value capture, yakni memanfaatkan kenaikan nilai lahan di sekitar kawasan yang dilindungi tanggul untuk menarik investasi guna menutup sebagian besar kebutuhan pembiayaan proyek yang disebut AHY berbiaya besar itu.

“Bagaimana kawasan Pantura ini bisa lebih berkembang secara ekonomi. Ada seperti land value capture yang kita juga tawarkan karena investasi harus kita datangkan karena ini anggarannya besar,” ujarnya.

Proyek giant sea wall direncanakan membentang sepanjang kurang lebih 575 kilometer dari Banten hingga Jawa Timur, melibatkan koordinasi lintas lima provinsi, 20 kabupaten, dan lima kota.

Foto udara kawasan hutan mangrove di Desa Waworaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (23/3/2026). Foto: Andry Denisah/ANTARA FOTO

AHY menyebut proyek ini sebagai proyek flagship berskala besar yang pengerjaannya tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.

Giant Sea Wall ini adalah sebuah proyek flagship bisa dikatakan besar dan pasti akan cukup panjang prosesnya. Bukan hanya setahun dua tahun, tapi juga bisa lintas generasi,” katanya.