Air Mata Mantan Suami di Kasus Guru Depok Tewas Terikat di Gunung Putri

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah kontrakan Arifianti di Depok, Senin (8/12/2025). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rumah kontrakan Arifianti di Depok, Senin (8/12/2025). Foto: kumparan

Suara Agus (45 tahun) tercekat tatkala menceritakan tentang mantan istrinya, Arifianti (41), yang ditemukan tewas di pinggir Jalan Raya Tlajung Udik, Gunung Putri, Bogor, dalam kondisi tangan terikat.

"Harapan kami (pelaku) ketemu, diperlakukan seadil-adilnya," kata Agus saat ditemui kumparan di rumah kontrakannya di Kota Depok, Senin (8/12).

Agus menangis, anaknya pun syok.

"Itu kali pertama dan terakhir saya menerima wartawan," ujar Agus saat dihubungi pada Selasa (9/12).

Agus mengaku memang awalnya menyebut Arifianti sebagai istrinya. Ia meluruskan, ia telah bercerai dengan istrinya itu.

"Akta cerai 13 November," kenangnya.

Sejak bercerai, Agus-Arifianti selang-seling tinggal di rumah kontrakan tersebut. Bila tidak di rumah kontrakan, mereka bersama ibu kandung masing-masing, di Jakarta.

Agus bilang ia tetap mengantar-jemput anak perempuannya yang kini sudah SMA. "Saya mengantar anak saya, pulang-pergi," ujarnya.

"Terakhir ketemu face-to-face (dengan Arifianti), Oktober 2025," kata Agus.

Perlakuan Beda Polisi

Karena perceraian itu, Agus mengaku tidak lagi mendapatkan informasi langsung dari polisi. "Informasi hanya disampaikan dari keluarga ibu, dari adik dan ibu," ujarnya.

"Jadi saya menangkap polisi sudah menganggap saya itu sebagai masyarakat. Karena status saya beda, jadi saya bukan keluarga Anti (Arifianti)," ujarnya.

Karena perceraian itu pula, Agus ditanyai polisi lebih dalam.

"Saya sekarang beda (karena sudah bercerai), makanya saya ditanya lebih dalam lagi, 'Jangan-jangan saya pelakunya' gitu," ujar Agus.

kumparan post embed